PERJUMPAAN (Renungan Sabtu, 21 Januari 2017 Pw. St. Agnes Oleh Fr. Jon Mezer Manullang)

Sabtu, 21 Januari 2017

Pw. St. Agnes, Prw dan Mrt

Bce: Ibr 9:2-3.11-14;Mzm 47:2-3.6-7.8-9; Mrk 3:20-21 (Merah)

PERJUMPAAN

Pernahkah kita melihat atau mengamati seorang anak kecil yang sedang menantikan ayahnya yang pulang dari tempat kerja?. Kadangkala ada yang khas dari seorang anak tersebut ketika menantikan ayahnya pulang yakni, dari suara kendaraan milik ayah tersebut. Ia akan sangat bahagia dan ingin mendatangi suara tersebut. Getaran-getaran yang dialami oleh sang anak terhadap ayahnya adalah getaran hati/cinta yang membawa harapan.

Saudara-saudari terkasih, bacaan Injil hari ini berkisah tentang kehadiran Yesus di tengah-tengah orang banyak yang membawa harapan sampai-sampai mereka rela tidak makan hanya untuk berusaha berjumpa dengan Yesus. Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Yesus ingin menunjukkan bahwa Aku, kamu, kita semua adalah saudara/keluarga. Yesus terbuka bagi siapa saja yang datang kepadanya. Di dalam kehadiran Yesus di tengah orang banyak membuat situasi mejadi ‘kacau.’ Situasi di tengah orang banyak tersebut menjadikan Yesus dipandang jelek oleh kaum keluarganya karena banyaknya orang yang mengerumuni Yesus, yang ingin melihatNya sehingga makanan yang tersedia pun tidak mencukupi bagi semua orang yang hadir di rumah yang dikunjungi oleh Yesus. Melihat hal itu, Yesus menjadi tidak waras di mata keluargaNya.

Saudara-saudari terkasih, kehadiran Yesus di tengah-tengah kerumunan orang banyak ingin menunjukkan bahwa semua yang hadir bersama dengannya adalah saudara/keluarga. Keluarga/saudara yang dimaksud adalah keluarga/saudara dalam Yesus, yang hidup sesuai dengan kehendaknya. Bukanlah keluarga karena adanya hubungan darah yang kita mengerti sekarang ini.

Kita yang masih berziarah di dunia ini, diajak oleh Tuhan untuk tidak selalu membeda-bedakan mereka yang kita jumpai. Kita diajak untuk memeriksa diri dalam kehidupan kita sehari-hari bahwa apakah sesama kita sebagai manusia, kita lihat sebagai keluarga atau malah melihat mereka bukan sebagai bagian dari hidup kita (musuh). Singkatnya, kita adalah sebagai umat Allah yang dipersatukan dalam pembaptisan yang bersatu sebagai anggota Gereja dan Yesus adalah kepalanya diajak untuk agar kita membangun sesama sebagai keluarga yang berdasarkan cinta kasih yang merangkul. (Fr. Jon Mezer Manullang)

Liturgi Hari ini: SABTU 21 Januari 2017 Peringatan Wajib Santa Agnes….. Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply