RABU 1 JUNI 2016: Santo Yustinus (martir, † 165)

Antiofon Pembukaan Mzm 118:85.46

Orang-orang sombong menggali lubang bagiku, mereka tidak mempedulikan perinta-Mu.
Aku akan berbicara tentang hukum-Mu, aku tidak malu di hadapan para raja.

Pengantar

“Tiada orang dengan akal budi sehat akan mengingkari kebenaran demi kesesatan,” demikianlah reaksi Yustinus ketika mendengar putusan hukuman mati atas dirinya. Ia seorang pencari kebenaran. Semua filsafat yang ada pada waktu itu dipelajarinya untuk menemukan jawaban atas keragu-raguan dan persoalan yang timbul di benaknya. Kebetulan ia menemukan Kitab Suci. Di situlah ia menemukan jawaban yang dicari-carinya. Ia bertobat dan menjadi pengikut Kristus yang bersemangat. Ia mewartakan Injil terutama di Roma tanpa menghiraukan larangan ataupun penganiayaan. Keberaniannya minta kurban nyawanya.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa
Allah Bapa, sumber hikmat kebijaksanaan,
dengan kebodohan salib Engkau telah mengajarkan kebijaksanaan Yesus Kristus, Putera-Mu, kepada Santo Yustinus, martir.
Pada hari peringatannya ini kami mohon berilah kami kekuatan agar sanggup menolak segala yang dapat menjauhkan kami daripada-Mu.
Berilah pula kami rahmat-Mu agar selalu setia dalam iman.
Demi Yesus Kristus, …

Bacaan Pertama – II Timotius 1:1-3.6-12
Dari penjara Paulus mengirimkan suratnya kepada Timotius, teman dan sahabatnya. Timotius dinasihati, jangan sampai malu memberi kesaksian tentang Kristus dan ikut serta menderita karena Injil. Kita pun harus percaya kepada-Nya seperti Paulus sendiri.

“Kobarkanlah karunia Allah yang ada padamu berkat penumpangan tanganku.”

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius:
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk mewartakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus; kepada Timotius, anakku yang terkasih. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu berkat penumpangan tanganku. Sebab Allah memberi kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karenaku, orang hukuman karena Dia. Tetapi berkat kekuatan Allah ikutlah menderita bagi Injil-Nya. Allah menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri. Semua itu dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman, dan semua itu sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus. Dengan Injil-Nya Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pewarta, sebagai rasul dan sebagai guru.

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu. Sebab aku tahu siapa yang kuandalkan, dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memelihara apa yang dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 123: 1-2a. 2bcd

Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, aku melayangkan mataku.

Mazmur:
 Kepada-Mu aku melayangkan mataku,
ya Engkau yang bersemayam di surga.
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki
memandang kepada tangan tuannya.

 Seperti mata hamba perempuan
memandang kepada tangan nyonyanya,
demikianlah mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita,
sampai Ia mengasihani kita.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 11: 25a. 26

S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Akulah kebangkitan dan kehidupan.
Barangsiapa percaya pada-Ku, tak akan mati.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 12:18-27
Sekalipun tak dapat menggambarkan bagaimana rupa hidup sesudah kebangkitan, tak usahlah orang mengingkari kebangkitan badan. Semuanya itu tidak dapat dibandingkan dengan keadaan kita kini. Selain itu, Allah kita bukanlah Allah orang-orang mati, tetapi Allah orang hidup. Ini termasuk prinsip dalam iman.

“Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada suatu hari datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya, “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita, ‘Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’

Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita, lalu mati tanpa meninggalkan keturunan. Maka yang kedua mengawini dia, tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan. Demikian juga yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya wanita itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami wanita itu? Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka, “Kalian sesat, justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin atau dikawinkan; mereka hidup seperti malaikat di surga. Mengenai kebangkitan orang mati, tidakkah kalian baca dalam kitab Musa, yaitu dalam ceritera tentang semak berduri, bahwa Allah bersabda kepada Musa, ‘Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa, daya kekuatan kami,
semoga kami pantas merayakan misteri penyelamatan
yang sudah dibela dengan gigih oleh Santo Yustinus sampai mengurbankan nyawanya.
Demi Kristus, …

Antfion Komuni

Tiada ilmu yang kuajarkan selain Yesus Kristus yang tersalib.

Doa Penutup

Marilah berdoa
Allah Bapa yang mahamurah,
kami telah Kausegarkan dengan santapan suci.
Semoga seturut teladan Santo Yustinus, martir-Mu,
kami selalu bersyukur atas segala rahmat, yang sudah kami terima daripada-Mu.
Demi Kristus, …

Renungan Hari ini: Allah Kita Adalah Allah Orang Yang Hidup (Renungan RABU 1 JUNI 2016: Santo Yustinus Oleh Fr. Wolfram Nadeak)….. Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply