RABU BIASA XXVII, 11 Oktober 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 86:9-10

 Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni,
kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu.
Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan.
Dan perhatikanlah suara permohonanku.

Pengantar

Atas anjuran Nabi Yunus orang-orang Ninive bertobat. Yunus malahan kecewa. Tetapi Tuhan sabar dan maha pengasih. Ia tidak membalas seperti kita manusia, sebab Ia Bapa kita. Ia mengampuni, asal kita juga mengampuni sesama. Kita pun diperkenankan ikut serta mendatangkan kerajaan-Nya.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami, maha pengasih dan penyayang,
Engkau selalu memperhatikan setiap orang,
meski ia berdosa dan mengingkari Engkau.
Kami bersyukur
karena demikian besar cinta dan belas kasih-Mu;
dan kami mohon semoga kami bersedia berbuat baik.
Demi Yesus Kristus, ….

Bacaan I – Yunus 4:1-11
Yunus sampai di Ninive untuk mengabarkan bahwa kota itu akan ditimpa malapetaka oleh Tuhan. Tetapi kiranya kini orang bertobat. Yunus merasa kecewa. Tetapi Tuhan menegaskan, bahwa pertobatan lebih penting dari pada nasihat semata-mata.

Engkau sayang akan pohon jarak itu.
Mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu?

Pembacaan dari Nubuat Yunus:
Yunus sangat kesal hatinya dan marah-marah, karena Tuhan mengasihani kota Niniwe. Maka berdoalah ia kepada Tuhan, “Ya Tuhan, bukankah telah kukatakan, ketika aku masih di negeriku! Aku tahu bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya, yang menyesali malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Itulah sebabnya aku melarikan diri ke Tarsis. Maka sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati daripada hidup.” Tetapi Tuhan bersabda, “Layakkah engkau marah?”

Yunus telah keluar dari kota Niniwe dan tinggal di sebelah timurnya. Di situ ia mendirikan sebuah pondok dan duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. Lalu atas penentuan Tuhan Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak yang menaungi kepala Yunus, agar ia terhibur dari kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena Pohon jarak itu. Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah pula datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah, bertiuplah angin timur yang panas sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus; lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati. Ia berkata, “Lebih baiklah aku mati daripada hidup.”

Tetapi Tuhan bersabda kepada Yunus, “Layakkah engkau marah kepada pohon jarak itu?” Jawab Yunus, “Selayaknyalah aku marah sampai mati.” Tuhan lalu bersabda, “Engkau sayang akan pohon jarak itu. Padahal tidak sedikit pun engkau berjerih payah dan tidak pula engkau menumbuhkannya! Pohon itu tumbuh dalam satu malam dan binasa pula dalam satu malam. Nah, mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, dengan ternaknya yang begitu banyak? Padahal mereka itu tak tahu membedakan tangan kanan dan kiri!”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 86:3-6.9-10

Ref: Engkaulah Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Mazmur
 Engkau adalah Allahku,
kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.
Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita,
sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

 Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni,
kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu.
Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan,
dan perhatikanlah suara permohonanku.

 Segala bangsa yang Kaujadikan
akan datang menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan;
mereka akan memuliakan nama-Mu.
Tuhan, sungguh besarlah Engkau!
Engkau melakukan keajaiban-keajaiban,
hanya Engkaulah Allah!

BAIT PENGANTAR INJIL Rom 8:15

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak;
dalam roh itu kita akan berseru, ‘Abba, ya.Bapa.’
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 11:1-4
Lukas mencatat doa ‘Bapa Kami’ yang singkat. Singkatan ini memuat inti setiap doa dan hidup kristiani. Allah Bapa diakui, kedatangan dimohon, dan syarat-syarat untuk meneguhkan kerajaan-Nya disebut-sebut: trimarga yang harus dilewati.

Tuhan, ajarlah kami berdoa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.”

Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa kami di surga,
kami mohon rezeki sehari-hari,
yang akan mengingatkan kami kepada Putra-Mu,
sebab Dia telah mengurbankan segalanya guna menebus kami,
dan kini hidup ….

Antifon Komuni – Lukas 11:4

 Bapa, ampunilah dosa kami,
sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga,
semoga datanglah kerajaan-Mu,
dan semoga kedamaian Kaulimpahkan kepada siapa pun,
yang berusaha melayani Engkau
dengan mengusahakan kebahagiaan sesama
secara setia dan tulus ikhlas.
Demi Kristus, ….

RENUNGAN

Yesus Kekuatan Kita

            Doa Bapa Kami adalah doa inti yang diajarkan oleh Yesus sendiri kepada kita. Dalam kata-kata doa Bapa Kami memiliki makna permenungan tersendiri, yang menjadi makna dan sangat sering kita dengan dan kita gunakan adalah kata “Bapa” yang menajadi panutan diri kita. Sebagai seorang anak bapa selalu melindung kita, menyayangi kita dan memafaafkan kesalahan kita dan kasihnya tak terhingga batasnya.

            Tuhan Yesus mengajarkan kita untu tidak berdoa panjang-panjang, dan jangan bertele-tele. Berdoa dengan tidak pangjang-panjang tuhan tau maksud dan tujuan kita jika berdoa. Maka Yesus mengajarkan doa Bapa kami yang sangat sederhana namun memiliki sebuah makna yang mendalam.

            Berdoa bapa kami terkadang sulit untuk dijalankan. Ketika kita berdoa “ampunilah kesalah kami seperti kampiun mengampuni yang bersalah kepada kami. boleh jadi kata-kata sangat mudah diucapkan namun tidak mudah untuk dilaksanakan. Namun Yesus menganjurkan bukan hanya untuk diucapkan saja melainkan dijalankan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mampukan kita melaksanakan apa yang diperintahkan Yesus kepada kita, atau semua itu hanya sebagai ucapan formalitas belaka saja.? Kita sendiri yang dapat menjawabnya itu semua.

            Kita sebagai seorang beriman dipersatukan sebagai satu saudara dalam satu Bapa yaitu Bapa disurga. Hendaklah kita mengikuti teladan bapa yaitu sebagai kasih, membagikan kasih dengan sesama. Kasih inilah yang akan menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Bapa. kasihNya sungguh agung dan kesetiaannya kekal selama-lamanya. Yang menjadi tugas kita dalah ewartakan kasih itu kepada semua orang agar semakin banyak orang yang diselamatkan dan di persukan dengan Bapa.  

Bapa yang penuh kasih jangan berhenti berbelas kasih kepada kami dan tetaplah melindungi kami dari segala maksud jahat dan bantulah kami untuk memaafkan kesalahan orang lain. (Fr. Win – PRAUNIO PADANG)

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply