SABTU BIASA XXIII, 10 September 2016

Antifon Pembukaan – 1 Korintus 10:17

 Karena roti hanya satu,
maka kita biarpun banyak, menjadi satu tubuh,
sebab kita semua mengambil bagian pada roti yang satu itu.

Pengantar

Umat yang berhimpun di sekitar Tuhan, mengimani Tuhan, mendengarkan sabda-Nya dan menyantap roti yang satu dan sama, ialah Tuhan sendiri. Hal ini seharusnya tampak dalam hidup mereka. Bila kita menyantap tubuh Kristus yang satu, maka kita lakukan itu agar semakin menjadi tubuh Kristus, dan menghasilkan buah lebih banyak dalam hidup.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahasetia,
Engkau telah mengikat perjanjian dengan kami
dan menghendaki memasukkan kami ke tanah perjanjian
melalui Yesus, saksi-Mu yang terpercaya.
Ajarilah kami melaksanakan sabda-Nya
dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

Bacaan Pertama – 1 Korintus 10:14-22a
Pengikut-pengikut Kristus selalu berhimpun untuk mendengarkan sabda. Setiap kali semangat mereka diperbarui. Lalu mereka bersama-sama menyerahkan jiwa-raga kepada Allah Bapa. Kurban itu diterima oleh Bapa. Dan sebagai bukti mereka dianugerahi tubuh Kristus Putra-Nya. Dengan demikian semakin erat persatuan mereka dalam satu tubuh.

“Kita ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudaraku terkasih, jauhilah penyembahan berhala! Aku berbicara kepada kalian, sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang kukatakan. Bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti itu hanya satu, maka kita ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. Perhatikanlah bangsa Israel yang alami: Bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?

Apa yang kumaksudkan? Apakah daging persembahan berhala itu mempunyai arti? Ataukah berhala itu sendiri mempunyai arti? Bukan! Yang kumaksudkan ialah: apa yang mereka persembahkan itu dipersembahkan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, kalian bersekutu dengan roh-roh jahat. Kalian tidak dapat minum dari piala Tuhan dan sekaligus juga dari piala roh-roh jahat. Kalian tidak dapat mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan dan sekaligus juga dalam perjamuan roh-roh jahat. Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan?

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 116:12-13.17-18

Ref: Aku mempersembahkan korban syukur kepadamu, ya Tuhan.

Mazmur:
 Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan
segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan,
dan akan menyerukan nama Tuhan,

 Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu,
dan akan menyerukan nama Tuhan,
Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan
di depan seluruh umat-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 14:23

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Orang yang mengasihi Aku akan mentaati sabda-Ku.
Bapa-Ku akan mengasihi Dia, dan kami akan datang kepadanya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 6:43-49
Pengetahuan agama dapat dipelajari, tetapi isi ajarannya harus dijaga jangan sampai dipalsukan. Semua itu penting dan berguna. Tetapi yang lebih penting dan lebih berguna ialah orangnya sendiri, yang menghasilkan buah kebaikan.

“Mengapa kalian berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ padahal kalian tidak melakukan apa yang kukatakan?”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-muridnya, “Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pula pohon tidak baik yang menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati.

Mengapa kalian berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan sabda-Ku serta melakukannya, — Aku menyatakan dengan siapa ia dapat disamakan: —

Dia itu sama dengan orang yang mendirikan rumah. Ia menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena dibangun dengan kokoh.

Sebaliknya barangsiapa mendengar sabda-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika dilanda banjir, rumah itu segera roboh, dan hebatlah kerusakannya.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa mahasetia,
jadikanlah kiranya roti anggur ini
lambang perjanjian-Mu
dan perkenankanlah kami ikut serta
melaksanakan segala sesuatu
yang sudah dimulai oleh Yesus Mesias,
Tuhan dan ….

Antifon Komuni – Lukas 6:47

 Setiap orang yang datang kepada-Ku,mendengarkan sabda-Ku dan melakukannya,
seperti orang yang mendirikan rumah,menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami sumber kehidupan,
kami bersyukur, karena Engkau telah menjanjikan
kasih setia-Mu dengan perantaraan Yesus Putra-Mu terkasih.
Perkenankanlah kami membangun hidup kami
pada Dia sebagai dasarnya.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.



About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply