Selasa Pekan Biasa V, 9 Februari 2016

Antifon Pembukaan – Mazmur 84:5

 Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan,
yang memuji-muji Engkau tanpa henti!

Pengantar

Dalam doanya Salomo mengalami bahwa Tuhan tinggal di surga, bukan di dunia. Tuhan tidak dapat ditangkap dengan bentuk manusia.
Yesus menentang keras kaum Farisi. Mereka membuat sabda Tuhan tak berdaya akibat tata lahiriah yang berlebihan. Mereka kandas dalam formalisme. Yesus mengajak kita untuk hidup jujur dan wajar.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahamulia,
semoga kami Kaupenuhi kebijaksanaan,
bila mendengarkan sabda Yesus Putra-Mu.
Semoga kata dan karya kami memancarkan kedamaian
yang membahagiakan dunia.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami,
yang ….

Bacaan Pertama – I Raja-Raja 8:22-23.27-30
Salomo sudah menyelesaikan pembangunan bait Allah. Dalam kutipan ini disebutkan doanya yang pertama kepada Allah di surga. Maksud bait Allah ialah memudahkan orang berhubungan dengan Tuhan secara pribadi dan bersama.

“Engkau telah bersabda, ‘Nama-Ku akan tinggal di sana.’ Dengarkanlah permohonan umat-Mu Israel.”

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:
Pada hari pentahbisan rumah Allah, Raja Salomo berdiri di depan mezbah Tuhan di hadapan segenap jemaah Israel. Ia menadahkan tangannya ke langit, lalu berkata, “Ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas, dan di bumi di bawah. Engkau memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu. Benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, apalagi rumah yang kudirikan ini! Karena itu berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya Tuhan Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini! Kiranya siang malam mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, terhadap tempat yang tentangnya Kaukatakan: ‘Nama-Ku akan tinggal di sana.’ Dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel, yang mereka panjatkan di tempat ini; dengarkanlah dari tempat kediaman-Mu di surga; dan apabila Engkau mendengarnya maka Engkau akan mengampuni.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 84:3.4.5.10.11

Ref: Betapa menyenangkan kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam.

Mazmur:
 Jiwaku merana
karena merindukan pelataran rumah Tuhan;
jiwa dan ragaku bersorak-sorai
kepada Allah yang hidup.

 Bahkan burung pipit mendapat tempat
dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang,
tempat mereka menaruh anak-anaknya,
pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam,
ya Rajaku dan Allahku!

 Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,
yang memuji-muji Engkau tanpa henti.
Lihatlah kami, ya Allah, perisai kami,
pandanglah wajah orang yang Kauurapi!

 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu
daripada seribu hari di tempat lain;
lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku
daripada diam di kemah-kemah orang fasik.

BAIT PENGANTAR INJIL Mzm 119:36a.29b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Condongkanlah hatiku kepada perintah-Mu, ya Allah,
dan kurniakanlah hukum-Mu kepadaku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 7:1-13
Pandangan Yesus tentang hukum, perintah, kekuasaan, dan kebebasan tampak dalam penggarisan tentang arti kerohanian, keyakinan. Yesus memperingatkan kaum Farisi zaman apa pun mengenai sikap munafik dan sombong dalam mematuhi hukum dan peraturan.

“Kamu mengabaikan perintah Allah untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis. yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi – seperti orang-orang Yahudi lainnya – tidak makan tanpa membasuh tangan tebih dulu, karena mereka berpegang pada adat-istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?” Jawab Yesus, kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, orang-orang munafik! Sebab ada tertulis:
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadat kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu!’ Dan: ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.’ Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya: ‘Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah,’ maka kamu membiarkan dia untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya. Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maha penyayang,
perkenankanlah kami semakin berkembang
sebagai tubuh Putra-Mu,
sebagai Gereja dan umat-Mu,
karena saling membagi rezeki atas nama-Mu.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Mazmur 84:11

 Lebih baik satu hari di pelataran-Mu
daripada seribu hari di tempat lain.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahamulia,
kami bersyukur karena telah menerima
sabda pengampunan yang membuka kesempatan baru.
Semoga hati kami dapat beramal baik dengan bebas sukarela.
Demi Kristus, ….


About

Check Also

Ekaristi Jumat XXXI, 6 November 2020

Antifon Pembukaan – Filipi 3:21  Kristus akan mengubah tubuh kita yang hina.Menjadi serupa dengan …

Leave a Reply