SEPTEMBER: BULAN KITAB SUCI NASIONAL (2016)
SEPTEMBER: BULAN KITAB SUCI NASIONAL (2016)
Sudah sejak lama Gereja menyadari perlunya umat beriman untuk semakin mencintai dan menghidupi Kitab Suci sehingga mereka pantas untuk bersaksi dan mewartakan-Nya baik secara pribadi maupun keluarga. Dalam ajaran Konsili Vatikan II diungkapkan keinginan agar jalan menuju Kitab Suci dibuka lebar-lebar bagi kaum beriman (Dei Verbum 22). Pembukaan jalan menuju Kitab Suci ini dilakukan dengan menerjemahkan Kitab Suci ke dalam banyak bahasa lokal. Konsili juga menganjurkan agar terjemahan ini diselenggarakan bersama para saudara terpisah (Gereja-gereja Protestan). Penerjemahan ini membuka jalan masuk ke dalam Kitab Suci, memungkinkan setiap orang membaca Sabda Allah dalam bahasa masing-masing, bahasa yang dipahaminya. Memang dalam Dei Verbum 25 ”Konsili suci mendesak dengan sangat dan istimewa semua orang beriman, terutama para religius, supaya dengan seringkali membaca kitab-kitab ilahi memperoleh pengertian yang mulia akan Yesus Kristus (Flp 3:8).” Bagi para anggota Gereja Sabda Allah menjadi kekuatan iman, santapan jiwa, dan sumber hidup rohani. Karena, dalam Kitab Suci Bapa yang ada di surga dengan penuh cinta kasih menjumpai para putra-Nya dan berwawancara dengan mereka.
Mengingat hal itu, Lembaga Biblika Indonesia, yang merupakan Lembaga dari KWI untuk kerasulan Kitab Suci, mengadakan sejumlah usaha untuk memperkenalkan Kitab Suci kepada umat dan sekaligus mengajak umat untuk mulai membaca Kitab Suci.
Hal ini dilakukan antara lain dengan mengemukakan gagasan sekaligus mengambil prakarsa untuk mengadakan Hari Minggu Kitab Suci secara nasiona sejak tahun 1975. LBI mengusulkan dan mendorong agar keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki seluruh Indonesia mengadakan ibadat khusus dan kegiatankegiatan sekitar Kitab SucI. Dalam perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci. Maka, kegiatan-kegiatan ini berlangsung sepanjang Bulan September dan bulan ke-9 ini sampai sekarang menjadi Bulan Kitab Suci Nasional dengan tujuan:
1. Untuk mendekatkan dan memperkenalkan umat dengan sabda Allah.
Kitab Suci juga diperuntukkan bagi umat biasa, tidak hanya untuk kelompok tertentu dalam Gereja. Mereka dipersilahkan melihatnya dari dekat, mengenalnya lebih akrab sebagai sumber dari kehidupan iman mereka.
2. Untuk mendorong agar umat memiliki dan menggunakannya.
Melihat dan mengagumi saja belum cukup. Umat perlu didorong untuk memilikinya paling sedikit setiap keluarga mempunyai satu kitab suci di rumahnya. Dengan demikian, umat dapat membacanya sendiri untuk memperdalam iman akan Kristus .
Tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2016 adalah Keluarga Bersaksi dan Mewartakan Sabda Allah. Keluarga dan Sabda Allah masih menjadi fokus permenungan BKSN 2016. Sebab, kedua hal tersebut merupakan arah dasar kegiatan kerasulan Kitab Suci Nasional 2012-2016. Tema ini merupakan kelanjutan dari perjalanan Bulan Kitab Suci tahun-tahun sebelumnya: keluarga yang bersekutu dalam Sabda (2013), beribadah dalam Sabda (2014), melayani seturut Sabda (2015).
Untuk bulan Kitab Suci Nasional pada tahun 2016 umat Katolik Indonesia diajak untuk merenungkan bagaimana keluarga menjadi saksi dan mewartakan Sabda di tengah Gereja dan masyarakat. Keluarga diajak untuk terlibat dalam bersaksi dan mewartakan Sabda dalam perkataan dan perbuatan. Keluarga tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk gereja dan masyarakat. Ini adalah amanat Tuhan Yesus Kristus. Ia mengajak pengikutnya untuk terus-menerus menjadi garam dan terang di tengah masyarakat. Karena misi inilah, motto BKSN 2016 dikutip dari Injil Matius “Hendaknya Terangmu Bercahaya” (Matius 5:16).
Gagasan lengkap tentang tema BKSN 2016 dapat kita temukan dengan mudah melalui berbagai cara. Namun gagasan itu akan menjadi hidup dan kaya bila kita mau bersama dengan saudara-saudari seiman bersekutu untuk merenungkannya di dalam pertemuan-pertemuan rayon/lingkungan masing-masing.