Home / Berita / JUMAT AGUNG: 30 Maret 2018 (Memperingati sengsara dan wafat Yesus)

JUMAT AGUNG: 30 Maret 2018 (Memperingati sengsara dan wafat Yesus)

Menghayati Salib dalam Hidup
Bagaikan pohon yang akar-akarnya menancap sampai ke pusat bumi dan daun-daunnya menjulang sampai ke langit, demikianlah terpancang salib Kristus. Lebih dua puluh abad agama kristen memperkenalkan salib Kristus sebagai lambang kehormatan dan kejayaan. Tetapi lupakah kita, bahwa salib itu mula-mula adalah alat penganiayaan para budak? Siapakah di antara kita yang bukan termasuk budak nafsu-nafsunya, prasangka dan egoismenya? Siapakah di antara kita yang tidak mengenal penderitaan dan cobaan dalam segala bentuk pemunculannya?
Setelah diangkat dari bumi, Kristus menarik semua orang kepada diri-NYA (Yoh 12:32). Pada puncak penderitaan-Nya Ia menyatakan cinta kasih-Nya. Jumat agung membuka selubung salib bagi kita dan menghadapkan kita pada suatu pemilihan yang amat penting. Kita tidak mungkin mengelakkannya, kita harus menerima atau menolak jalan keselamatan Kristus, kita harus menentukan sikap. Dan semuanya itu hendaknya kita lakukan secara bebas sebagaimana Kristus melakukannya.

RITUS PEMBUKA
Altar bersih. Imam dengan pakaian merah, seperti pada waktu Misa, masuk bersama misdinar, memberi hormat.

Pengantar

Saudara-saudari yang terkasih,
Kita berkumpul di sini untuk memperingati Yesus dari Nazaret, yang demikian dekat dengan kita, tetapi berbeda jauh pula dengan kita, karena DIA adalah Allah manusia. Ia disiksa, didera, dihina, dan dihukum mati serta merasa takut seperti kita. Namun segala penderitaan itu diterima-Nya dengan sukarela dan sekalipun sudah tampak datang, Ia tidak melarikan Diri. Dialah Hamba Yahwe yang menderita tanpa dosa. Dan nyatalah bahwa maut bukanlah titik punah, melainkan suatu kemenangan.

Berkat penyerahan hidup-Nya, kita dapat beralih dari dosa kepada kehidupan yang baru dalam Tuhan, dan dari kematian kepada kebangkitan.

Perayaan Jumat Agung ini terbagi menjadi tiga bagian:
1. Liturgi Sabda: untuk menghidupkan iman kita atas kekuatan wafat Yesus.
2. Penghormatan Salib: Untuk memusatkan perhatian pada salib sebagai sumber kebahagiaan.
3. Komuni: untuk memberi kesempatan memetik buah salib.
Terhadap misteri sengsara dan wafat Tuhan, marilah kita mengambil sikap hening sambil berlutut.

Kemudian imam berdoa sejenak dalam bathin dengan meniarap atau berlutut. Setelah itu dilanjutkan dengan Doa Pembukaan.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa
Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, inilah saatnya Putra-Mu mengorbankan diri dan wafat bagi kami. Inilah saatnya pula Engkau menjunjung tinggi dan memuliakan Dia; inilah saatnya pula kami berseru kepada-Mu aga menarik kami semua kepada-Mu serta menunjukkan salib satu-satunya harapan kami.. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.

Bacaan Pertama: Yesaya 52:13-53:12
Dalam madah Hamba Yahwe yang keempat penghinaan Hamba itu benar-benar mencapai puncaknya. Ia digambarkan pula sebagai Raja Al Masih, imam dan nabi. Melihat derita dan wafat-Nya itu, semua cemas bertanya-tanya, apakah tidak ikut bertanggung jawab atas nasib-Nya, karena Ia menyatakan diri solider dengan kesalahan-kesalahan mereka. Pada Dia rencana Allah terlaksana: pengangkatan lewat penghinaan. Dengan berbuat silih atas dosa semua orang, Ia melahirkan manusia baru.

“Ia ditikam karena kedurhakaan kita”

Bacaan dari Kitab Yesaya:
Allah bersabda: “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia–begitu bu¬ruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak ma¬nusia lagi– demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja a¬kan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada me¬¬¬reka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.”
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita me¬nginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Allah bersabda: “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak”.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan —Mzm 31:2.6.12-13.15-16.17.24;

Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kupercayakan jiwaku.

Mazmur:
1) Pa-da-Mu ya Tuhan, aku berlin dung,
Jangan sekali-kali aku mendapat malu.
Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu
ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;
Sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
2) Di hadapan semua lawanku aku tercela,
Tetangga-tetanggaku merasa jijik, para kenalanku merasa ngeri;
Mereka yang melihat aku cepat-cepat menyingkir.
Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,
Telah menjadi seperti barang yang pecah.
3) Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya,
Aku berkata, “Engkaulah Allahku!”
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu.
Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku
dan bebaskan dari orang-orang yang mengejarku!
4) Buatlah wajahmu bercahaya atas hamba-hamba-Mu,
Selamatkanlah aku oeh kasih setia-Mu!
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,
hai semua orang yang berharap kepada Tuhan.

Atau: Doa Renungan

Marilah berdoa
Tuhan Allah kami, orang yang amat kesepian, orang yang dilanda duka, Engkau jadikan tanda kehidupan bagi kami. Kami mohon demi sengsara-Nya, teguhkanlah iman kami bahwa Engkau takkan meninggalkan kami seorang diri, bahwa kami dapat mengandalkan DIKAU dalam segala sesuatu yang menimpa diri kami, kini dan selamanya.
 Amin

Bacaan Kedua: Ibrani 4:4-16;5:7-9
Dalam konfrontasi dengan drama penderitaan dan maut, Yesus disergap oleh ketakutan dan kebimbangan seperti semua orang. Dalam jebakan pertentangan batin itu, Ia menyerahkan kehendakNya kepada Bapa. Saat itulah menjadikan Dia imam dan kurban paripurna. Dengan demikian Ia menjadi sumber hidup dan keselamatan bagi semua orang.

Yesus tetap taat dan menjadi sumber keselamatan abadi bagi semua orang yang patuh kepada-Nya”

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, kita mempunyai seorang imam agung mulia yang sudah sampai ke surga, yakni Yesus, Putra Allah. Hendaknya kita berpegang teguh pada pengakuan iman itu. Kita mempunyai imam agung bukan yang tak mampu turut merasakan kelemahan kita, melainkan yang telah dicobai dalam segala hal seperti kita, hanya Ia tidak berdosa.
Maka marilah kita dengan penuh harapan menghadap tahta rahmat Allah, untuk memperoleh belas kasih serta mendapatkan rahmat dan pertolongan pada saat kita memerlukannya.
Di masa hidup-Nya di dunia ini, Yesus memanjatkan doa dan permohonan disertai keluhan dan tangisan kepada Allah yang dapat menyelamakan-Nya dari maut. Dan sebab takwa, Ia didengarkan oleh Allah. Meskipun Ia Putra Allah sendiri, ia tetap taat dalam derita-Nya. Dan setelah mencapai kesempurnaan, Yesus menjadi sumber keselamatan abadi bagi semua orang yang patuh kepada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil

S : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal
S : Kristus taat untuk kita sampai wafatNya di sa-lib
Dari sebab itulah Allah mengagungkan Dia,
Dan menganugerahkan nama yang paling luhur ke-pa- da-NYA
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal

Bacaan Injil-Kisah sengsara Tuhan : Yohanes 18:1-19:42
Kisah sengsara menurut Yohanes melukiskan “perjalanan jaya” Yesus menuju BapaNya (14,1) dan hasil-hasilnya. Yohanes menganggap perjalanan itu sebagai penutup suatu proses, yang sudah dimulai pada kedatanganNya di dunia (Yo 3,17-19). Yesus tahu, bahwa la menyongsong wafatNya. Ia melaksanakan rencana, sebagaimana digariskan dalam Kitab dan oleh kehendak BapaNya: “Selesailah sudah” dengan penyerahan hidupNya (19,30; lih 10,18). Siapakah sesungguhnya yang bertindak sebagai hakim di dalam mahkamah Pilatus itu? Yesus diperkenalkan kepada rakyat sebagai “Manusia” dan “Raja”. Ia membawa sendiri alat pengangkatanNya (12,32 sl) pada saat Anakdomba disembelih. Di taman yang baru (Kej 3,2) pada kayu tempat Ia tergantung, Adam baru menyerahkan nyawaNya. Demikianlah Ia memberikan RohNya, setelah menun-juk Hawa baru sebagai Bunda semua kaum beriman. Melalui air dan darah Yesus datang dan Roh akan meneguhkan hasil Paska baru (1 Yo 5,7). Setan benar-benar dibuang ke luar (12,31). Firdaus terbuka lagi bagi manusia.

Kisah sengsara Tuhan dibacakan tanpa lilin dan pendupaan, tanpa salam dan tanda salib pad buku. Bila pembacanya bukan imam, sebelumnya mohon berkat dulu. Dan sedapat mungkin sabda-sabda Yesus dibawakan oleh seorang imam. Dalam teks berikut ini diusulkan sejumlah pembaca:
 : Kristus N : Narator P : Pilatus T : Tentara/serdadu
S : Semua rakyat R : Wakil rakyat W : Wanita Pt : Petrus

N Inilah kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut St. Yohanes

Yesus Ditangkap
N Pada malam itu, Yesus pergi ke seberang sungai Kidron dan masuk ke suatu taman bersama dengan murid-murid-Nya. Yudas, penghianat-Nya, tahu juga tempat itu, sebab Yesus sering berkumpul di situ dengan para murid-Nya. Maka Yudas pun pergi ke taman itu dengan sepasukan prajurit dan petugas Bait Allah, yang ada di bawah perintah imam-imam kepala dan kaum Farisi. Pasukan itu bersenjata lengkap, serta membawa lampu dan obor. Yesus tahu semua yang akan menimpa diri-Nya. Ia maju dan berkata kepada mereka:
 “Siapa yang Saudara cari?”
N Jawab mereka:
S “Yesus dari Nazaret.”
N Lalu Yesus berkata:
 “Akulah Dia.”
N Juga Yudas, pengkhianat Yesus, ada di antara mereka. Ketika Yesus berkata: ”Akulah Dia,” mereka semua mundur dan terjatuh. Sekali lagi Yesus bertanya:
 “Siapa yang Saudara cari?”
N Dan mereka menjawab:
S “Yesus dari Nazaret.”
N Lalu Yesus menyambung:
 “Sudah Kukatakan bahwa Akulah Dia. Kalau Aku yang dicari, biarkanlah mereka ini pergi.”
N Dengan demikian terjadilah yang dikatakan Yesus: “Dari semua yang Kauberikan kepada-Ku, ya Bapa, tak seorangpun Kubiarkan hilang.” Ada pun Simon Petrus membawa sebilah pedang, dihunusnya pedang itu, dan diayunkannya pada hamba Imam Agung sampai terpotong telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. Lalu Yesus berkata kepada Petrus
 “Sarungkanlah pedangmu! Apakah kaukira bahwa Aku tak mau minum dari piala yang diberikan Bapa kepada-Ku?”
Di hadapan Hanas dan Kayafas
N Maka pasukan dan perwiranya serta petugas dari kalangan Yahudi menangkap Yesus dan membelenggu-Nya. Kemudian mereka menggiring Yesus, mula-mula kepada Hanas, mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjabat Imam Besar. Adapun Kayafas pernah memberi nasihat ini kepada orang Yahudi: “Baikalh kalau satu orang mati untuk kepentingan seluruh bangsa”.Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Adapun murid itu kenalan Imam Agung, maka bersama Yesus, ia masuk pelataran istana imam agung itu. Tetapi Petrus tinggal di luar, dekat pintu. Murid tadi keluar lagi dan mengatakan sesuatu kepada perempuan penjaga pintu, lalu membawa Petrsu masuk. Perempuan itu berkata kepada Petrus:
W “Engkaukan juga murid Orang itu?”
N Kata Petrus:
Pt “Bukan!”
N Sementara itu para hamba dan petugas Bait Allah telah memasang api dan berdiri berdiang di situ, sebeb udaranya dingin. Juga Petrus berdiri berdiang bersama mereka. Imam agung menanyai Yesus perihal murid-murid-Nya dan ajaran-Nya. Yesus menjawab kepadanya:
 “Saya sudah berbicara di depan umum. Saya selalu mengajar di sinagoga-sinagoga dan di dalam Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul. Dan tidak pernah Saya berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapa Tuan menanyai Saya? Tanyakanlah kepada mereka yang mendengar Saya. Tanyakan apa saja yang saya katakan kepada mereka. Mereka pasti tahu apa yang Saya katakan.”
N Ketika Yesus memberi jawaban demikian, seorang petugas yang hadir di situ menampar muka Yesus sambil berkata:
R “Kau berani menjawab begitu kepada imam agung?”
N Yesus menjawab:
 “Kalau Aku mengatakan sesuatu yang tidak benar, buktikanlah. Tetapi kalau benar kata-Ku, mengapa engkau menampar Aku?”
N Kemudian Hanas mengirim Yesus kepada Kayafas, imam agung. Simon Petrus masih berdiang. Kata orang kepadanya:
W “Engkaukan juga seorang dari murid-Nya?”
N Petrus menyangkal dan berkata:
Pt “Bukan.”
N Kata seorang hamba Imam agung, saudara dari hamba yang telinganya dipotong Petrus:
W “Rupanya aku melihat engkau di taman itu bersama Yesus?”
N Petrus menyangkal lagi. Dan tepat pada itu juga dan ayam jago berkokok.
Lagu
Di Hadapan Pilatus
N Yesus digiring dari istana Kayafas ke balai pengadilan gubernur. Hari masih pagi. Para penggiring Yesus tidak masuk balai pengadilan itu, supaya tidak menjadi najis, tetapi dapat makan domba Paska. Maka Pilatus keluar dan berkata:
P “Apa tuduhanmu terhadap Orang ini?”
N Mereka menjawab:
S “Tentu saja orang ini tidak kami serahkan kepada tuan seandainya Dia tidak berbuat suatu kejahata!”
N Lalu Pilatus berkata:
P “Periksalah sendiri dan adililah Dia menurut hukummu sendiri.”
N Orang Yahudi menjawab:
S “Kami tidak punya kuasa untuk menjatuhkan hukuman mati.”
N Ini terjadi supaya terlaksana perkataan Yesus yang telah menyatakan bagaimana Ia akan mati. Maka kembalilah Pilatus ke dalam balai pengadilan lalu memanggil Yesus dan berkata kepada-Nya:
P “Apakah Engkau Raja bangsa Yahudi?”
N Jawab Yesus:
 “Apakah pertanyaan ini timbul dari pikiran tuan sendiri ataukah tuan dengar dari orang-orang lain yang mengatakan itu tentang Saya?”
N Lalu Pilatus berkata:
P “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri serta imam kepala menyerahkan Engkau kepadaku; apa yang Kaulakukan?”
N Kemudian Yesus memberi jawaban ini:
 “Kerajaan saya bukan dari dunia ini; sekiranya dari dunia ini, hamba-hamba Saya tentu sudah berjuang jangan sampai saya diserahkan kepada orang-orang Yahudi. Akan tetapi Kerajaan Saya bukan dari sini”.
N Pilatus berkata kepada Yesus:
P “Jadi Engkau Raja?”
N Lalu Yesus menjawab:
 “Benar, Saya Raja. Saya dilahirkan dan datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran. Semua orang yang cinta akan kebenaran, mendengar suara Saya.”
N Pilatus berkata:
P “Apa itu kebenaran?”
N Sesudah berkata demikian, Pilatus keluar lagi menghadapi orang-orang Yahudi dan berkata:
P “Aku tidak menemukan alasan apapun untuk menghukum orang ini.Tetapi biasanya aku melepaskan seorang tahanan bagimu pada pesta Paska. Apakah kamu menghendaki aku melepaskan Raja bangsa Yahudi ini?”
N Mereka berteriak :
S “Jangan Dia, melainkan Barabas!”
N Adapun Barabas itu seorang penyamun.
Salam, ya Raja Bangsa Yahudi
N Sesudah itu Pilatus menyuruh membawa Yesus keluar untuk didera. Lalu prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota dari ranting berduri yang mereka pasang di kepala Yesus dan sehelai mantol ungu mereka kenakan di tubuh-Nya. Para prajurit itu datang kepada Yesus dan berkata:
T “Salam, hai Raja bangsa Yahudi!”
N Dan mereka manampar-nya. Lalu Pilatus keluar lagi dan berkata kepada orang-orang Yahudi.
P “Aku membawa Dia keluar kepadamu, supaya kamu tahu bahwa aku tidak menemukan alasan apa pun untuk menghukum Orang ini.”
N Yesus pun keluar bermahkota duri dan bermantol ungu. Kata Pilatus kepada orang Yahudi:
P “Lihat manusia ini!”
Lagu
N Ketika imam-imam kepala dan para penjaga melihat Yesus, mereka berteriak:
S “Salibkan Dia!”
N Kata Pilatus:
P “Ambil sendiri dan salibkanlah Dia; sebab aku tidak menemukan satu alasan pun untuk menghukum DIA.”
N Orang-orang Yahudi berkata:
S “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia mengaku Putera Allah.”
N Mendengar itu Pilatus bertambah takut, ia masuk balai pengadilan lagi dan berkata kepada Yesus:
P “Dari mana Engaku?”
N Tetapi Yesus tidak memberikan jawaban apa pun kepada-Nya. Maka kata Pilatus:
P “Engkau tidak mau bicara kepadaku? Apakah Kau tidak tahu bahwa aku berkuasa melepaskan ataupun menyalibkan Engkau?
N Jawab Yesus:
 “Tuan tidak mempunyai kuasa atas Diri Saya kecuali kalau kuasa itu diberikan dari atas, maka orang yang menyerahkan Saya kepada tuan lebih besar dosanya.”
Buang, buang saja, salibkan DIA
N Lalu Pilatus mencari akal lain untuk membebaskan Yesus, tetapi orang-orang Yahudi berteriak-teriak:
S “Jkalau tuan membebaskan Dia, tuan bukan sahabat Kaisar. Setiap orang yang mengaku raja, dia melawan Kaisar.”
N Mendengar itu, Pilatus mengantar Yesus keluar dan duduk di kursi pengadilan, di tempat yang disebut lantai ubin atau Gabata dalam bahasa Ibrani. Hari itu hari persiapan Paska, kira-kira jam dua belas. Lalu Pilatus berkata kepada orang-orang Yahudi:
P “Inilah rajamu!”
N Maka berteriaklah mereka:
S “buang, buang saja! Salibkan Dia!”
N Kata Pilatus kepada mereka:
P “Aku harus menyalibkan rajamu?”
N Para imam kepala menjawab:
S “Satu-satunya raja kami ialah Kaisar!”
N Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan.
Yesus disalibkan bersama dua orang lain
N Maka para prajurit datang mengambil Yesus. Sambil memikul salib-Nya, Yesus menuju ketempat yang disebut tempat Tengkorak, atau Golgota dalam bahasa Ibrani. Di situ Yesus dipaku pada salib itu bersama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah mengapiti Yesus. Pilatus menulis suatu keterangan yang dipasang pada salib Yesus, bunyinya: “Yesus, dari Nazaret, Raja bangsa Yahudi.” Banyak orang Yahudi membaca keterangan itu, sebab tempat Yesus disalibkan itu dekat kota letaknya, dan keterangan itu ditulis dalam bahasa Ibrani, Yunani dan Latin. Maka para imam kepala bangsa Yahudi berkata kepada Pilatus:
R “Jangan menulis: Raja bangsa Yahudi, tetapi Ia sendiri berkata: Saya Raja bangsa Yahudi.”
N Tetapi Pilatus menjawab:
P “Sekali kutulis tetap kutulis.”
Mereka membagi-bagi pakaian Yesus
N Sesudah prajurit-prajurit menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membagi menjadi empat, sebagian untuk tiap-tiap prajurit. Jubah Yesus pun mereka ambil. Jubah itu merupakan sehelai tenunan, tanpa jahitan. Karena itu mereka berkata satu sama lain:
T “Jangan kita memotongnya, baiklah kita undi saja siapa yang akan mendapatnya.”
N Demikianlah terjadi supaya terlaksanalah sabda Kitab Suci yang berbunyi: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku dan mengundi jubahku di antara mereka”. Memang itulah yang dilakukan para prajurit.
“Itulah anakmu’ – “itulah ibumu”
N Dekat salib Yesus berdirilah ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas serta Maria Magdalena. Melihat ibu-Nya bersama murid kesayangan di sampingnya. Yesus berkata kepada ibu-Nya:
 “Ibu, itulah, anakmu!”
N Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
 “Itulah ibumu!”
N Dan sejak saat itu murid itu menerima Maria dalam rumahnya.
Selesailah sudah
N Yesus sadar bahwa segala sesuatu sudah terlaksana, maka untuk menepati Kitab Suci Ia berkata:
 “Aku haus!”
N Di situ tersedia sebuah tempayan penuh cuka. Maka seorang mencelupkan sebuah bunga karang di dalamnya menancapkannya pada sebatang tongkat dan mengunjukkannya ke mulut Yesus.Sesudah mencicipi cuka itu, Ia berkata:
 “Selesailah sudah.”
N Lalu Ia menundukkan kepala dan menyerahkan roh-Nya.
Semua berlutut, hening sejenak
Segera darah dan air mengalir
N Hari itu hari persiapan Paska. Supaya tubuh mereka jangan tinggal tergantung di atas salib selam hari sabat, sebab Sabat itu hari pesta besar, maka orang-orang Yahudi minta kepada Pilatus agar kaki ketiga orang itu dipatahkan. lalu mayatnya diambil dari salib. Maka serdadu-serdadu datang dan mematahkan kaki kedua orang yang disalibkan bersama Yesus.Sesampainya pada Yesus, mereka melihat bahwa Ia sudah tak bernyawa lagi oleh karena itu kakinya tidak dipatahkan. Tetapi salah seorang serdadu menikan lambung Yesus dengan tombaknya dan segera darah dan air mengalir ke luar. Dia yang melihatnya memberi kesaksian dan benarlah kesaksian itu, dan ia tahu bahwa ia mengatkan kebenaran supaya kamu percaya pula hal itu terjadi selaras dengan bunyi Kitab Suci:”tulang-Nya jangan kamu patahkan.” Dan di tempat lain tertulis: “Orang akan memandang Dia yang mereka tikam.”
Yesus dimakamkan
N Sesudah semuanya itu terjadi, Yusuf dari Arimatea minta kepada Pilatus supaya diperbolehkan menurunkan jenazah Yesus. Adapun Yusuf itu sudah menjadi murid Yesus. Tetapi dengan diam-diam sebab ia takut kepada orang-orang Yahudi. Pilatus memberi ijin. Maka Yusuf pergi dan menurunkan jenazah Yesus. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang dahulu datang kepada Yesus di waktu malam. Ia membawa minyak campuran damar dan cendana, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, memembungkusnya dalam kain kafan sambil membubuhinya dengan wangi-wangian itu sesuai dengan adat penguburan orang Yahudi. Dekat tempat Yesus disalibkan ada sebuah taman di dalamnya ada kubur baru yang belum pernah dipakai. Karena hari itu hari persiapan sabat Yahudi, dan letak kubur itu dekat maka Yesus dimakamkan di situ.
Demikianlah Injil Tuhan

Doa Umat Meriah
Liturgi Sabda ditutup dengan Doa Umat meriah. Sesudah ajakan diucapkan, maka semua diam sejenak dan berdoa dalam bathin. Baru kemudian dilanjutkan doanya. Selama doa umat berlangsung, umat berdiri.

I Kristus, Putera Allah rela menderita sengsara untuk kebahagiaan kita umat-Nya. Maka marilah kita panjatkan doa kepada Allah yang kekal dan kuasa:

1. Bagi Gereja kudus
Saudara-sauda-ra terka-sih,
Ma-rilah berdoa bagi Gereja Allah yang ku-dus. Se-moga Allah dan Tuhan kita berkenan
menganugerahkan damai kepadanya, mempersatukan dan melindunginya di se-lu-ruh dunia
Se-mo-ga Tuhan memperkenankan kita hidup dengan a-man sen-to-sa
dan memuliakan Allah, Bapa yang ma-ha-ku-a-sa.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah memaklumkan kemuliaan-Mu kepada segala
bangsa dengan perantaraan Kristus. Lanjutkanlah karya belaskasih-Mu, agar Gereja-Mu
meluas ke seluruh dunia dan bertekun mengimani nama-Mu dengan mantap.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U A – min.

2. Bagi Sri Paus
I Marilah berdoa bagi Santo Bapa Paus …, yang sudah dipilih Allah memangku jabatan uskup. Semoga beliau dilindungi Allah, tetap sehat walafiat dan dengan bijaksana memimpin Gereja, Umat Allah.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, segala sesuatu yang ada berdasarkan keputusan-Mu. Dengarkanlah doa kami, dan lindungilah imam agung yang telah Engkau pilih bagi Gereja-Mu. Semoga umat Kristen yang dipimpin atas nama-Mu, semakin berkembang dalam iman. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.

3. Bagi para pejabat Gereja dan segala lapisan umat
I Marilah berdoa pula bagi uskup kita …., dan bagi semua uskup, imam, diakon serta sekalian pejabat gereja dan segenap umat beriman.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau memerintah dan menguduskan semua orang yang termasuk anggota Gereja-Mu, Tubuh Kristus. Dengarkanlah kirnya doa kami bagi semua anggota. Semoga masing-masing sesuai rahmat yang Engkau anugerahkan kepadanya, mengabdi Engkau dengan patuh setia dan penuh iman. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.

4. Bagi para calon baptis
I Marilah berdoa bagi para calon baptis. Semoga Allah dan Tuhan kita berkenan membuka pintu hati dan budi mereka terhadap sabda serta belaskasih-Nya. Semoga mereka berkat sakramen pembaptisan dilahirkan kembali, menerima pengampunan dosa dan bersatu dengan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau sesantiasa memberkati Gereja-Mu dengan penambahan anggota-aggota baru. Sudilah memperdalam iman dan pengetahuan para calon baptis, agar layak dilahirkan kembali dari air pembaptisan serta diterima sebagai putra-putri-Mu dalam keluarga-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin

5. Bagi kesatuan umat Kristen
I Marilah berdoa pula bagi semua saudara yang mengimani Kristus. Semoga Allah Tuhan kita berkenan menghimpun mereka yang dengan setia dan jujur berpegang teguh pada kebenaran, dalam Gereja-Nya.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menghimpun mereka yang tercerai-berai serta memelihara mereka yang telah bersatu dalam Gereja-Mu. Pandanglah kawanan domba Putra-Mu. Semoga semua saudara kami yang telah Engkau kuduskan berkat pembaptisan, Engkau persatukan pula dalam iman dan cinta kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.

6. Bagi umat Yahudi
I Marilah berdoa pula bagi umat Yahudi, yang telah mendahului kita menerima Sabda Allah. Semoga Allah dan Tuhan kita menumbuhkan cinta kasih mereka akan nama-Nya serta kesetiaan akan perjanjian-Nya.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah mengikat janji dengan Abraham dan keturunannya. Berkenanlah mengabulkan doa Gereja-Mu. Semoga mereka yang pernah menjadi umat pilihan-Mu, dapat mencapai keselamatan secara utuh. Demi kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin

7. Bagi mereka yang belum mengimani Kristus
I Marilah berdoa pula bagi saudara-saudara yang belum mengimani Kristus. Semoga mereka pun diterangi Roh Kudus dan dapat menemukan jalan keselamatan.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah bapa yang kekal dan kuasa, bantulah saudara-saudara yang belum mengimani Kristus, agar dengan hidup jujur di hadapan-Mu dapat menemukan kebenaran. Sedangkan kami sendiri semoga selalu saling menaruh cinta kasih dan berusaha semakin memahami misteri hidup-Mu, sehingga ditengah masyarakat, kami menjadi saksi cintakasih-Mu yang nyata. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin

8. Bagi mereka yang tidak mengimani Allah
I Marilah berdoa pula bagi saudara-saudara yang belum mengenal dan mengimani Allah. Semoga mereka dengan tulus ikhlas terus mencari kebaikan dan kebenaran, sehingga akhirnya dapat menemukan Allah.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah Bapa yagn kekal dan kuasa, Engkau telah menciptakan manusia dengan hasrat mencari Engkau serta menemukan ketentraman dalam Dikau. Kami mohon, semoga di dalam gelap kehidupan ini, semua orang melihat titik cerah cinta kasih-Mu dan tertarik oleh kesaksian hidup umat beriman, sehingga akhirnya dengan gembir mengimani Engkau satu-satunya Allah yang benar serta Bapa umat manusia.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.

9. Bagi para pemimpin negara
I Marilah berdoa pula bagi semua pemimpin negara. Semoga Allah dan Tuhan kita menerangi hati dan budi mereka, sehingga mereka mengusahakan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia seturut kehendak-Nya.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah bapa yang kekal dan kuasa, nasib segala bangsa berada di tangan-Mu. Dampingilah para pemimpin negara. Semoga bekat bimbingan dan perlindungan-Mu, terjaminlah damai sejahtera para bangsa dan kebebasan beragama senantiasa dijunjung tinggi di mana-mana.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantar kami.
U Amin.

10. Bagi saudara-saudara yang menderita
I Saudara-saudara terkasih, marilah kita panjatkan doa pula kepada Allah Bapa yang mahakuasa. Semoga Ia berkenan membersihkan dunia dari segala kesesatan, melenyapkan segala penyakit, menjauhkan kelaparan, melepaskan para tahanan dan tawanan, mengembalikan para pengungsi, melindungi orang-orang dalam perjalanan, mengantar pulang para perantau, menganugerahkan kesehatan kepada yang sakit dan keselamatan bagi yang meninggal.
Umat berdoa sejenak dalam hati
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, sumber penghiburan mereka yang berduka serta kekuatan para penderita, dengarkanlah doa semua orang yang berseru kepada-Mu karena tertimpa kemalangan dan sengsara. Semoga mereka semua bergembira berkat belaskasih dan bantuan rahmat-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.

Upacara Penghormatan Salib

L Saudara-saudari terkasih,
Sebentar lagi Salib diantar ke tengah-tengah kita dengan seruan tiga kali, “Lihatlah kayu Salib”. Setiap kali kita berlutut dan menyembah Tuhan dengan diam.

Cara I
Salib yang teselubung diserahkan kepada imam di depan altar. Sedikit demi sedikit selubung itu dibuka: bagian atas dahulu, lalu bagian kanan dan akhirnya seluruhnya, setiap kali desertai dialog seperti terdapat di bawah ini:”Ajakan menghormati salib”. Sesudah itu salib di bawa ke tempat yang tersedia, diapit dua buah lilin menyala.
Cara II
Salib dibawa masuk dalam perarakan tanpa diselubungi. Di dekat pintu, ditengah, dan akhirnya di dekat panti imam, perarakan berhenti sejenak, dan setiap kali disertai dialog seperti terdapat di bawah ini. Kemudian ditempatkan ditempat yang tersedia, diapit dua buah lilin menyala.

Ajakan Menghormati Salib

I Lihatlah kayu salib, di sini tergantung Kristus penyelamat dunia
U Ma-ri ki-ta ber-sem-bah su-jud ke-pa-da-Nya
Atau
I Lihat kayu salib di sini tergantung Kristus Penyelamat dunia
U Mari kita bersujud menyembah-Nya.

L Sekarang, kita semua diberi kesempatan untuk menghormati Salib. Satu persatu kita mencium luka kaki Yesus pada Salib. Inilah pernyataan iman kita: SALIB ADALAH TANDA KE¬MENANGAN ATAS DOSA DAN MAUT. SALIB ADALAH SUMBER HIDUP DUNIA.

Dilanjutkan dengan penghormatan salib secara perorangan; biasaya dilakukan dengan mengecup kaki Salib sambil menunduk/berlulut. Ada juga kebiasaan dengan’tabur bunga’ pada salib atau pada patung dalam peti (kalau ada). Sementara itu dinyanyikan lagu yang sesuai.
Komuni
Selesai penghormatan salib, altar ditutup dengan kain dan diatasnya diletakkan Salib, korporale dan buku upacara. Lalu diakon atau imam mengambil sakramen mahakudus dengan didampingi dua misdinar pembawa lilin yang ditaruh di atas altar. Kemudian setelah sibori dibuka, upacara komuni dimulai dengan Doa Bapa kami.

L Saudara-saudara, tibalah saatnya bagi kita untuk menyambut Yesus Kristus anak Domba Paska yang telah dikurbankan bagi kita. Dalam perjamuan ini Dia memberi kita kekuatan untuk beralih dari kegelapan dosa kepada kebahagiaan kebangkitan-Nya.

Doa Bapa Kami

I Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
I/U Bapa kami yang ada di Surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
I Ya Bapa, bebaskanlah kai dari segala kemalangan dan berilah kami damaiMu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan penyelamat kami Yesus Kristus.
U Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
Kemudian hosti ditunjukkan kepada umat
I Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang di¬un¬dang ke perjamuan-NYA.
U Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya. Tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.
Dengan khidmat imam menyambut Tubuh Kristus, dan kemudian umat juga menyambut-Nya. Selama pembagian komuni dapat dinyanyikan lagu-lagu yang sesuai. Kemudian sibori ditempatkan di tabernakel.
Saat hening

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, dengan wafat dan kebangkitan Putera-Mu, Engkau telah memulihkan kebahagiaan kami yang berziarah di dunia yang penuh kebencian dan perselisihan, kelaliman dan kesedihan. Kami mohon, bebaskanlah kami dari semuanya berkat daya cinta kasih yang lebih kuat dari segala paksaan, demi Dia, Sang Cinta Kasih, yang berkenan menjadi Hamba penderita karena kami, Dialah Yesus Putera-Mu, satu-satunya harapan dan cahaya hidup kami. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, dahulu, kini dan sepanjang masa.
U Amin.

Dengan mengulurkan kedua tangan ke arah umat yang menundukkan kepala, imam mengucapkan doa bagi umat.

I Allah Bapa, sumber segala rahmat dan penghiburan, kami umat-Mu telah mengenangkan dan merenungkan sengsara dan wafat Putera-Mu di salib dalam rangka serta harapan akan kebangkitan-Nya. Kami mohon, semoga kami umat-Mu ini Engkau curahi berkat melimpah, Kauampuni dosa-dosanya, Kauhibur serta Kautabahkan dalam kesusahannya, Kauteguhkan imannya, Kauhidupkan harapannya dan Kaujamin keselamatannya. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.

Sesudah itu, umat meninggalkan gereja dalam keheningan, dengan lebih dulu berlutut ke arah salib. Sesudah perayaan, alar dikosongkan dari semua perlengkapan kecuali salib dan dua atau empat lilin bernyala. Mereka yang telah mengikuti upacara liturgis meriah sore ini tidak perlu melaksanakan Ibadat Sore.

About gema

Check Also

Ekaristi SABTU BIASA XIX, 18 AGUSTUS 2018

Antifon Pembukaan – Matius 19:14  Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku. Sebab orang seperti merekalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *