Home / Berita / MINGGU BIASA VIII-a, 26 Februari 2017

MINGGU BIASA VIII-a, 26 Februari 2017

MINGGU BIASA VIII-A

Menghayati Ekaristi
Akhirnya orang akan bebas dari segala susah dan gangguan! Demikianlah sering dikatakan orang mengingat kemajuan tehnologi yang pesat sekali akhir-akhir ini. Sebab segalanya seakan-akan dapat disediakan, bahkan yang sebelumnya nampak sebagai kemustahilan. Hal ini seolah-olah segalanya dapat direncanakan, diatur, diorganisisr secara cermat dan pasti. Tetapi nyatanya belum pernah terdapat penyakit syaraf dan jantung sebanyak dewasa ini, yang disebabkan oleh ketegangan dan kesibukan kehidupan modern. Dan manusia kemudian menyadari bahwa pada dasarnya dunia yang ditehnologisir ini tidak mampu menciptakan suasana kepastian dan ketenangan di mana manusia dapat berkembang.

Injil membawa kebebasan bagi dunia yang dicengkeram oleh kegelisahan. Hidup baru dibukanya, dan ternyata mengungguli segala perencanaan manusia yang mencari pegangan dan kepastian dan terkadang membuat berhala-berhala: kekayaan, kekuasaaan dan kesenangan. Namun Allah yang maharahim selalu mendekati manusia. Allah tidak berdiam diri. Bagaikan seorang ayah atau ibu, Ia hanya puas dengan perkembangan putera-puteri-Nya. Demikianlah Allah membangun Kerajaan-Nya dalam Kristus di tengah dunia. Demikianlah juga hendaknya dengan para murid yang dipanggil untuk terlebih dahulu menemukan Kerajaan Allah agar cinta kasih menjadi kekuatan untuk membangun dan menjiwai perkembangan dunia dewasa.

Antifon Pembukaan –(bdk. Mzm 18:19-20)

Tuhan telah menjadi sandaranku, dan mengantar aku ke tempat yang lapang. Ia menyelamatkan daku karena menyayangi aku.

Pengantar

Kemajuan tehnik bertujuan menyelenggarakan kesejahteraan, agar orang dapat hidup yang lebih layak sebagai manusia. Dalam sistem kesejahteraan itu setiap orang merupakan suatu mata rantai. Selalu dan di mana-mana kita mencari pegangan dan keamanan. Tetapi kelemahan dan kegelapan masa depan sampai sekarang belum dapat disingkirkan. Pengalaman menunjukkan, bahwa dewasa ini lebih dari dahulu kala, manusia masih banyak kekurangannya. Kenyataan itu hendaknya mengarahkan kita kepada Tuhan. Kasih sayang dan kesetiaan-Nya terhadap kita jauh melampui kasih sayang ibu kepada anaknya. Daripada menjadi mata duitan, gila pangkat dan hormat, baiklah kita dengan rendah hati menghadap Tuhan, yang menguasai kita sepenuhnya.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah penghibur orang-orang buangan yang kehabisan harapan.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau mengasihi kami dengan kasih sayang yang melebihi kasih sayang seorang ibu.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau menghendaki kami mengutamakan kerajaan surga yang melebihi segala-galanya.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Kami mohon, ya Allah, kendalikanla hal-ihwal dunia ini agar berjalan dalam damai sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga Gereja dapat berbakti kepada-Mu dengan tenang dan gembira. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Yesaya 49:14-15
Orang-orang buangan kehabisan harapan. Maka nabi Yesaya berusaha menghibur mereka. Diperingatkannya bahwa Tuhan tidak berhenti menyayangi mereka. Untuk menjelaskan itu dibandingkannya kasih sayang Tuhan dengan kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Di tempat lain Kitab Suci membandingkannya dengan kasih sayang bapak kepada anak-anaknya (Hos 11:8-9;Yer 31:20). Tetapi sebenarnya kasih sayang itu demikian besarnya sehingga tak terkatakan.

“Aku tidak melupakan dikau.”.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Sion berkata: “Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 62:2-3.6-7.8-9ab; Ref: 6a

Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.

Mazmur:
 1. Hanya dekat Allah saja aku tenang dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku. Hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
 2. Hanya pada Allah saja aku tenang. Sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku. Hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
 3. Pada Allah ada keselamatan dan kemuliaanku. Gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat. Curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya.

Bacaan Kedua – 1Kor 4:1-6
Seorang rasul itu setia dan berhati-hati (Mat 25:21). Kritik dari umat tak perlu menggelisahkan hatinya. Tetapi ia tak boleh mendasarkan tindakannya atas pandangan pribadinya, melainkan harus menyerahkan segalanya kepada Tuhan, Bapanya yang maha adil.

“Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, hendaklah orang yang memandang kami sebagai hamba Kristus dan pengurus rahasia Allah. Yang dituntut dari pengurus yang demikian ialah bahwa mereka nyata-nyata dapat dipercayai. Bagiku sedikit sekali artinya entah aku dihakimi oleh kalian, entah oleh suatu pengadilan manusia. Malahan aku sendiri tidak menghakimi diriku. Memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Yang menghakimi aku ialah Tuhan. Karena itu janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dialah yang menerangi juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan. Dialah pula yang akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati. Pada saat itulah tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Ibr 4:12

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Firman Allah itu hidup dan kuat, sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 6:24-34
Pada prinsipnya Tuhan menuntut cinta kasih total. Kita tak dapat mengabdikan-Nya setengah-setengah. Tetapi tak boleh pula kita mengabaikan tugas pekerjaan. Sebab dengan bekerja kita ikut serta dalam kelanjutan penciptaan. Dalam pada itu kita harus tetap menjaga ketenangan. Kerajaan Allah harus dicari dulu melebih segalanya. Maka akan dialaminya, bahwa perkara-perkara duniawi merupakan peranan yang lebih rendah. Karena cinta kasih-Nya Allah senantiasa lebih memperhatikan manusia daripada makhluk lain. Kepercayaan akan penyelenggaraan Bapa di surga ini akan menghalau keprihatinan akan hari esok.

“Janganlah khawatir akan hari esok!”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus bersabda, “Karena itu carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Karena percaya akan Sabda Tuhan itu, marilah kita mencari Kerajaan-Nya dengan memanjatkan doa-doa kita kepada Bapa.

Bagi Gereja Kristus
Ya Bapa, bimbinglah Gereja-Mu agar selalu berani mencari dahulu kerajaan-Mu di tengah-tengah dunia yang penuh kekhawatiran akan hal-hal duniawi. Dan curahkanlah Roh Kebijaksanaan kepada kami untuk selalu taat kepada Sabda-Mu.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi para penanggung jawab pemerintahan setempat.
Ya Bapa, doronglah para penanggung jawab pemerintahan, agar mengambil kebijaksanaan yang tepat demi kesejahteraan umum. Dan tuntunlah kami untuk selalu mengutamakan kasih dan kebenaran-Mu dalam setiap karya dan pelayanan kami bagi sesama.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi para penderita sakit dan cacat.
Ya Bapa, dampingilah para penderita sakit dan cacat, agar mereka semakin mendalami tugas panggilan mereka yang khusus di tengah masyarakat. Dan anugerahkanlah ke dalam hati kami semangat pengabdian yang tulus untuk bekerja sama dengan para penderita sakit dan cacat dalam mewartakan Kerajaan-Mu.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi kita yang hadir di sekitar altar ini
Ya Bapa, terangilah kami denan cahaya Roh-Mu, agar kami jangan menilai masyarakat berdasarkan kekayaan dan kekuasaan belaka, tetapi mulai berusaha supaya masyarakat merasa aman sentosa di tempat tinggalnya.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bapa Yang Mahabaik, kami bersyukur atas rezeki sehari-hari yang kami terima. Berilah kami karenanya kekuatan untuk ikut serta membangun Kerajaan-Mu, tempat semua orang saling bersaudara dan bersatu dengan Yesus Kristus, Putra-Mu, kini dan sepanjang masa.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, Engkau yang menyediakan persembahan ini untuk kemuliaan nama-Mu, dan Engkau sendirilah yang menerimanya sebagai sembah-bakti kami, hamba-hamba-Mu. Terimalah persembahan ini bukan sebagai balas jasa kami, melainkan semata-mata sebagai ungkapan kemurahan jasa kami, melainkan semata-mata sebagai ungkapan kemurahan hati-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni – Mazmur 13:6

Aku mau menyanyi bagi Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. Aku mau bermazmur bagi nama Tuhan Yang Mahatinggi.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa Yang Mahabaik, kami bersyukur karena telah menerima pemberian-Mu yang terbaik alam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Semoga kami tidak pernah khawatir akan hidup kami karena Putra-Mu telah menjanjikan kehidupan abadi bagi kami. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
Amin

Renungan Hari ini: JANGAN KHAWATIRKAN HIDUPMU (Renungan Hari Minggu Biasa VIII, 26 Februari 2017)… Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi SABTU PRAPASKAH II, 23 Maret 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 145:8-9  Tuhan pengasih dan penyayang, sabar dan lembut hati. Tuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *