Ekaristi MALAM PASKAH: Tirakatan kebangkitan Tuhan

UPACARA CAHAYA

Lampu-lampu gereja dipadamkan. Upacara ini dilakukan di luar gereja.

Pembukaan Malam Paska

I        Dalam nama Bapa … dan Putera dan Roh Kudus
U      Amin
I        Kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari PutraNya Tuhan kita Yesus Kristus dalam persekutuan Roh Kudus, bersamamu.
U      Dan bersama rohmu.
I        Saudara-saudara terkasih,
Pada malam suci ini Tuhan kita Yesus beralih dari kematian memasuki kehidupan. Gereja mengundang putera dan puterinya untuk berkumpul mengadakan tirakatan. Kita ikuti tirakatan ini untuk mengungkapkan iman kita akan Kristus yang bangkit dengan mulia. Dialah cahaya yang menghidupkan harapan serta memberikan kegembiraan karena telah jaya atas maut.

Malam ini kita akan membaharui janji baptis, membaharui iman kita akan Tuhan. Hidup-Nya membuka harapan baru, hidup bersatu dengan Tuhan. Tetapi warta Paska ini mengandung pula tugas baru bagi kita, dan akan dimahkotai dengan perayaan Ekaristi.

Pemberkatan Api Baru

I        Marilah berdoa
Allah Bapa mahamulia, Engkau telah menganugerahi kami cahaya kemuliaan-Mu dengan perantaraan Kristus. Kami mohon … berkatilah api baru ini. Semoga perayaan Paska ini menyatakan kerinduan kami akan kehidupan surgawi, sehingga kelak kami dapat merayakan Paska dengan hati murni dalam cahaya-Mu yang kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U      Amin.

Pemberkatan Lilin Paska

Seorang diakon, atau petugas lain memegang liling Paska dan imam menggores tanda-tanda pada lilin sambil mengucapkan kata-kata:

I        Kristus dahulu dan sekarang (dari atas ke bawah)

Awal dan Akhir (dari kiri ke kanan)
Alpha (A) dan Omega (O)
Milik-Nya segala masa (2) dan segala abad (0)
kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan (0)
sepanjang segala masa (…)

(kemudian ditancapkan lima biji dupa)

I        Demi luka-luka-Nya yang kudus dan mulia, semoga kita dilindungi dan dipelihara,
oleh Kristus Tuhan.

U      Amin.

Dengan api baru lilin Paska dinyalakan.

I        Semoga cahaya Kristus yang bangkit mulia menghalaukan kegelapan dari hati dan budi kita.

Perarakan

Imam bersama Diakon pembawa lilin Paska dan misdinar maju, dan Diakon atau  imam melagukan:

D/I    Kris-tus ca-ha-ya  du- nia
U      Syu-kur ke-pa-da Al- lah

Atau

D/I    Cahaya Kris-tus
U      Syukur kepada Al-lah

Perarakan bergerak. Seruan ini dinyanyikan oleh imam 3 kali; sebelum masuk gereja, di tengah, akhirnya di depan altar. Setelah seruan kedua, lilin misdinar dinyalakan. Dan setelah seruan ketiga, lilin umat dinyalakan.

Pujian Paska

Di panti imam, diakon menancapkan lilin Paska pada tempatnya yang sudah disediakan. Pendupaan diisi, lalu imam mendupai lilin Paska. Kemudian menyusul pujian Paska.

L       Pujian Paska mengenangkan sejarah keselamatan kita, yang memuncak pada kebangkitan Kristus. Karena itu marilah kita sebagai Gereja, bersukaria menghaturkan pujian dan syukur:

D/I    Ber-so-rak – lah,  pa – ra   ma – lai – kat di    sur – ga
U      Ber-so-rak – lah, nya-nyi – kan  la – gu  gem-bi –  ra
D/I    Ber-gi-rang-lah,  u –  mat  se – lu –  ruh du –  ni –   a
U      Ber-so-rak – lah, nya-nyi – kan la –  gu  gem –bi – ra

D/I    E –  lu- kan – lah Kris –  tus ra – ja di  ra- ja
U      Ba-  gi  Kris-tus, yang  me-ne -bus    ki-ta
D/I    Ter- ha-lau-  kan ke –    ge – la -pan  do-sa
U      Ba – gi  Kris-tus, yang   me-ne -bus   ki-ta

D/I    Pu – ji – lah  ke – me-na – ngan ja – ya
U      Ber-syu-kur-lah  ke – pa-  da    Al- lah
D/I    Ber-si  – nar ca –  ha – ya     i     la – hi
U      Ber-syu-kur-lah  ke – pa-   da   Al- lah
D/I    Ge – ma-kan-  lah  bu –  nyi  na – fi –   ri
U      Ki-   ta   bang- kit  ber – sa- ma   Kris- tus
D/I    Ye – sus Kris-  tus  jun-  jung-an   ki  –  ta
U      Ki-   ta   bang- kit  ber-  sa –  ma   Kris -tus
D/I    Tuhan bersamamu
U      Dan bersama rohmu
D/I    Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U      Sudah kami arahkan
D/I    Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita
U      Sudah layak dan sepantasnya

D/I    Sungguh layak dan pantas kami lagukan dengan bulat hati madah pujian bagi-Mu Bapa, Allah yang tak kelihatan, dan bagi PuteraMu, Yesus Kristus, Tuhan dan sembahan kami. Sebab Ia telah melunasi hutang kami, keturunan Adam, kepada Dikau; Ia telah menghapus hutang dosa lama dengan darah hati-Nya. Inilah pesta PASKA, hari anak domba sejati dikurbankan, dan pintu rumah umat beriman sudah ditandai dengan darah-Nya.  Inilah malam, waktu leluhur kami, Bangsa Israel, Engkau hantar keluar dari Mesir, melalui Laut Merah, lewat jalan yang kering. Inilah MALAM, Yesus Kristus mengalahkan kuasa maut dan BANGKIT sebagai pemenang yang unggul dari kuburNya. Pada malam ini semua orang yang percaya kepada Kristus Engkau lepaskan dari kedurhakaan dosa, Engkau anugerahi rahmat dan Engkau persatukan dalam Gereja yang kudus.

Bersoraklah …

D/I    O betapa agung kasih-Mu, Bapa, terhadap kami sampai Putra-Mu Engkau serahkan untuk menebus para hamba. Sungguh perlu dosa Adam, yang telah dilebur oleh wafat Kristus. O dosa yang menguntungkan sebab mendatangkan Penebus semulia ini.

O malam bahagia, yang menghubungkan kembali surga dengan dunia, Allah dengan umat manusia.

 Bersoraklah …

D/I    Semoga cahaya suci malam ini mengusir kejahatan, mengambil dosa, memulihkan kesucian bagi yang jatuh, menghibur yang berdukacita, menghalau kedengkian, memupuk kerukunan, dan menundukkan keangkuhan.

 Bersoraklah …

D/I    Semoga lilin ini, yang diberkati demi penghormatanmu, Bapa, bernyals terus untuk menghalau kegelapan malam ini. Semoga nyalanya Kaugabungkan dengan bintang kejora, yakni Yesus Kristus yang takkunjung  terbenam. Ia telah terbit dari alam maut dan menyinari umat manusia dengan seri cahaya-Nya. Kini Ia bersama dengan Dikau dan Roh Kudus hidup dan berdaulat sekarang dan sepanjang masa.
U      A-min    a –   min   a  –     min.

Lilin umat dipadamkan, semua duduk.

LITURGI SABDA

L       Saudara-saudara terkasih, setelah membuka upacara malam ini dengan meriah, marilah kita mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian. Hendaklah kita renungkan, bagaimana Allah menyelamatkan umat-Nya dimasa lampau dan bagaimana Ia mengutus Putera-Nya menjadi Penebus kita. Maka hendaklah kita berdoa, agar Allah menyelesaikan karya penyelamatan Paska ini.

Bacaan I: Kejadian 1:1.26-31a

         “Allah melihat semua yang telah dijadikan-Nya, dan amat baiklah semuanya itu”

L       Bacaan dari kitab Kejadian
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Allah melihat bahwa semuanya baik adanya. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Demikianlah Sabda Allah
Syukur pada Allah

Mazmur tanggapan

A-ku war-ta – kan kar-ya agung-Mu, Tu-han  Kar-ya  a –gung-Mu kar-ya  ke –se- la – ma -tan.

Solis:

Pujilah Tuhan, hai ji-wa-ku! Tuhan Allahku, Engkau sung-guh be-sar
Eng-kau berpakaian keagungan dan se-ma-rak, berselimutkan terang i-ba-rat man-tol.

– Engkau telah mendasarkan bumi di atas tum-pu-an-nya
sehingga takkan goyah untuk sela-ma-la-ma-nya.
De-ngan samudera raya bumi ini Kau-se-lu-bung-i;
Air telah naik melampaui gu-nung-gunung.

– Di lembah-lembah Engkau membualkan ma-ta air
yang mengalir di antara gu-nung-gunung.
Bu-rung-burung di udara bersarang di de-kat-nya,
bersiul dari antar de-da-un-an.

–      Dari bangsal-Mu, Engkau menyirami gu-nung-gu-nung,
Bumi penuh dengan segala yang Kau turunkan da-ri la-ngit
Eng-kau menumbuhkan rumput bagi hewan,
dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan ma-nu-si-a,
Engkau mengeluarkan makanan dari da-lam ta-nah.

-Betapa banyak karya-Mu, ya Tu-han,
semuanya Kaubuat dengan kebi-jak-sa-na-an.
Bu-mi penuh dengan cip-ta-an-Mu: Pujilah Tuhan, hai  ji-wa-ku!

Doa

I        Marilah berdoa
Allah Bapa yang maha kuasa dan kekal, penciptaan dunia sungguh amat mengagumkan. Semoga umat yang telah Kautebus yakin, bahwa lebih agung lagi karya penebusan oleh Anak Domba Paska kami, yaitu Kristus, yang hidup dan bertahta sepanjang segala masa.
U      Amin

Bacaan II: Kejadian 22:1-18

Korban Abraham, leluhur kita”.

L       Bacaan dari kitab Kejadian
Pada waktu itu Allah mencobai Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”  Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.” Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan

Mazmur tanggapan

Tu-han Pen-ja-ga   dan ben-teng per-ka-sa  da-lam lin-du-ngan-Nya a-man sen-to-sa.

1)      Ya Tu-han, Engkaulah bagian warisan dan pi-a-la-ku,
Eng-kau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundi ke-pa-da-ku.
A-ku senantiasa memandang ke-pa-da Tu-han;
Ka-re-na Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak go-yah.

2)      Se-bab itu hatiku bersukacita dan jiwaku berso-rak-so-rai
dan tu-buhku akan diam dengan ten-te-ram
Se-bab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia o-rang ma-ti
dan ti-dak membiarkan orang kudusmu melihat kebi-na-sa-an.

3)      Eng-kau memberitahukan ke-pa-da-ku, ja- lan ke-hi-du-pan
Di-ha-dapan-Mu ada sukacita ber-lim-pah,
di  tangan kanan-Mu ada nikmat yang a-ba-di.

Doa

I        Marilah berdoa,
Allah Bapa umat beriman, Engkau selalu menciptakan manusia-manusia baru dan mengangkat mereka menjadi putera-puteri-Mu serta pewaris perjanjian-Mu. Apa yang Engkau janjikan kepada Abraham kini berkat misteri Paska terlaksana bagi segala bangsa. Semoga kamipun mengenal suara-Mu dan mengimani sabda-Mu.
Demi Kristus, pengantara kami.
U      Amin.

Bacaan III: Keluaran 14:15-15:1

Umat Israel masuk ke tengah laut yang kering”

L       Bacaan dari kitab Keluaran
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.” Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka–segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda–sampai ke tengah-tengah laut.

Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.”

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.”

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu. Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Demikianlah sabda Tuhan

Sesudah bacaan terakhir, sebelum epistola, lilin altar dinyalakan.

Mazmur tanggapan

1)      Ber – syu– kurlah              ke-pa – da  Tu-han
2)      Ha  – nya   Dia mengerjakan    kar-ya  a-gung
3)      Pe  –  ne –   rang yagn besar     di   bu-  at-  Nya
4)      Yg mem-bunuh anak               su- lung  me-sir
5)      Di-    a       yang membelah      La-ut   Me -rah
6)      Yg me-   mimpin umat-Nya ke pa-dang gu-run
7)      Di –  be-      rikan-Nya          tanah  me-  re  – ka
8)      Ber – syu-  kurlah                    kepa-da  Tu- han

U      Kar’na  ke-kal       ka-sih  Al-lah

1)      Pa-  da     Allah       se ga  -la de- wa- ta
2)      De- ngan  arif      mencip-  ta-kan la-ngit
3)      Sur- ya    yang     mengua  -sa-i  si-ang
4)      Dan mem-bebaskan       um -at  Is- ra- el
5)      Yg me – nye-berangkan um -at  Is- ra- el
6)      Ke- ra-jaan besar         di-tak-luk-kan-Nya
7)      Ke- pa- da                  Isra-el  ham-ba- Nya
8)      Pem- be-  bas kita          da-ri pe  – nin-das

U      Kar’na ke-kal        ka-sih  Al- lah

1)      Pa  –  da Tuhan              segala penguasa
2)      Mem-bentangkan bumi di di atas laut
3)      Bu –  lan, bintang, cahaya malam,
4)      De –  ngan tangan kuat dan lengan perkasa,
5)      Dan  menumpas Firaun dan laskarnya
6)      Raja-raja masyhur dibunuh-Nya,
7)      Kemalangan kita diindahkan-Nya
8)      Dan segala makhluk diberi-Nya makan.

U      Kar’na ke- kal  ka -sih Al-lah

Doa

I        Marilah berdoa,
Allah Bapa kami bersama, karya-Mu yang mengagumkan kini masih terus berlangsung. Dahulu Engkau membebaskan satu bangsa yang tertindas dengan kekuasaan tangan-Mu. Tetapi kini Engkau menyelamatkan segala bangsa dengan air pembaptisan. Jadikanlah semua orang anak-anak Abraham semartabat dengan umat Israel. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U      Amin.

Kemuliaan

Sesudah doa langsung dinyanyikan “KEMULIAAN”. Sementara itu, lonceng gereja dan lonceng/gong altar dibunyikan.

Doa Pembukaan

I        Marilah berdoa:
Allah Bapa yang mahamulia, Engkau menyemarakkan malam suci ini dengan kebangkitan mulia Kristus Putera-Mu. Peliharalah dalam Gereja-Mu semangat putera-puteri-Mu. Yang telah Engkau anugerahkan kepada kami, serta baharuilah kami lahir bathin, agar dapat mengabdi Engkau dengan hati yang murni dan tulus ikhlas. Demi Yesus Kristus Putera-Mu, Tuhan dan Pengantara kami, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, Allah dahulu, kini dan sepanjang masa.
U      Amin

Bacaan Epistola: Roma 6:3-11

         “Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi”

L       Bacaan dari Surat Rasul Paulu kepada umat Roma
Saudara-saudara, tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.  Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. adi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan
U      Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil

Dinyanyikan tiga kali; setiap kali ganti nada dasar. Sesudah ulangan ketiga baru dinyanyikan ayat-ayat mazmur.

Al- le               –        lu         ya

Solis
1)      Ber-syu-kurlah kepada Tuhan, sebab Ia ba-ik! Kekal abadi ka-sih se-ti- a-Nya
Hen-dak-lah Israel ber-ka-ta: kekal abadi ka-sih se-ti-a-Nya. Ref

2)      Tuhan bertindak dengan tangan kuat, tangan Tuhan maha kuasa
Aku tidak akan mati; aku tetap hidup untuk mewartakan karya-karya Tuhan. Ref

3)      Batu yang dibuang oleh par pembangun, telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, Suatu perbuatan ajaib di mata kita. Ref.

Lukas 24:1-12

         “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati?”
I        Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas
I        Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.

Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.” Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.

Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Ber-ba-hagialah orang yang mendengarkan sab-da Tu-han
dan tekun melak-sa-na-kan-nya

Sab-da-Mu a-da-lah ja-lan, kebenaran dan hi-dup ka-mi.

Homili
LITURGI BAPTIS
Litani Para Kudus
Pemberkatan Air Baptis

Doa Umat

Marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di Surga, yang telah membangkitkan Yesus Kristus, Putera-Nya, dari kematian, agar kita dapat menemukan hidup sejati pada-Nya:

P Bagi para baptisan baru dan semua pengikut Kristus
Ya Bapa, ajarilah kami dalam menerima sakramen-sakramen Paska merasakan lagi hasrat dan niat kami untuk menghayati hidup sejati sesuai dengan janji baptis kami. Marilah kita mohon!

P Bagi tanah air kita
Ya Bapa, semoga kebangkitan Putera-Mu menjiwai para pemimpin dan seluruh rakyat, agar mereka bersama-sama bangkit dan berjuang membangun mayarakat adil dan makmur merata. Marilah kita mohon!

P Bagi saudara-saudari kita yang mengalami krisis kepercayaan, yang lengah dan acuh tak acuh.
Ya Bapa, semoga pada malam ini mereka ikut membaharui janji baptis dan menyadari kembali tanggungjawab mereka sebagai pengikut Kristus, Putera-Mu. Marilah kita mohon!

P Bagi semua orang yang telah meningal sebagai orang-orang yang sudah ditandai oleh pembaptisan:
Ya Bapa, perkenankanlah mereka malam ini menghayati sukacita Paska sepenuhnya di surga. Marilah kita mohon!

P Bagi kita yang berkumpul di sini sebagai saudra satu sama lain
Ya bapa, semoga iman akan Kristus yang bangkit, memperteguh kami dalam menunaikan tugas kami masing-masing di dunia. Marilah kita mohon!

I Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, Bapa kami Yesus Kristus, kami telah dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus, dan telah diampuni dosa-dosa kami, bawalah kami berkat rahmat yang telah diperolehNya, memasuki Paska raya abadi. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami
U Amin

Doa Persembahan

 Allah Bapa yang mahakudus, berkenanlah menerima permohonan serta persembahan umat-Mu, yang dihunjukkan kepada-Mu. Semoga perayaan Ekaristi, yang berasal dari misteri Paska, memberi kami kekuatan untuk mencapai hidup yang kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami
U Amin.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa
Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, kami telah Kau segarkan dengan perayaan Paska ini. Kami mohon, curahkanlah Roh Cinta kasih-Mu kepada kami dan satukanlah kami dalam kasih sayang-Mu, agar kami hidup rukun dan damai, sehati sejiwa sebagai umat kesayangan-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin.

Berkat Meriah

Saudara-saudari yang berbahagia, malam ini peringatan sengsara Tuhan kita Yesus Kristus telah mencapai puncaknya dalam perayaan meriah Paska yakni perayaan kebangkitan-Nya yang mulia. Demikian pula hidup kita di dunia ini akan memuncak dalam kebahagiaan abadi di surga bersama dan bersatu dengan Kristus. Kebangkitan Kristus memberi arti baru kepada kita. Dari sebab itu marilah kita mengakhiri perayaan ini dengan mohon berkat Tuhan.
Imam membuka tangan

I Tu-han ber – sa – ma – mu
U Dan ber-sa-ma roh-mu

(Imam mengulurkan kedua belah tangan ke arah umat.}
Se-moga karena perayaan meriah Paka ini, Allah yang mahakuasa dan maharahim
melindungi Saudara terhadap segala do-sa.
U A-min

Se-moga karena kebangkitan Putera-Nya yang tunggal, Allah menganugerahkan
kepada Saudara hidup abadi yang sempur-na.
U A-min

I Se-moga karena bimbingan Yesus Kristus yang jaya, Saudara dengan hati riang
gembira sampai pada perayaan Paska abadi di sur-ga.
U A-min

I Se-moga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang
Mahakua-sa:  Ba-pa dan Pu-tra dan Roh Ku – dus
U A-min

Menghayati Ekaristi dalam hidup
Kebangkitan Kristus membuka dunia yang sama sekali baru bagi kita. Sebagai pengikut Kristus yang bangkit kita tidak lagi dibebani dosa. Dosa-dosa kita telah dihapus oleh Darah Kristus. Sekarang bawalah hasil hidup baru dalam Roh: cinta kasih, sukacita, kedamaian dan pelayanan kepada sesama (Gal 5:22 dst). Berkat dinamika rahmat kita menjadi warta keselamatan bagi sesama.

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply