Masa Prapaskah: Memupuk Pertobatan

Tanda Salib Sebelum Bacaan InjilMasa Parapaskah yang berlangsung selama empat puluh hari memiliki dua makna pokok, yakni pertama, untuk mempersiapkan para calon baptis dan bagi yang sudah baptis untuk mengenangkan pembaptisan yang telah diterima; dan kedua untuk membina semangat tobat kaum beriman dengan mengajak mereka untuk lebih rajin mendengarkan Sabda Allah dan berdoa sehingga siap merayakan Misteri Paskah. Dalam Masa Prapaskah ini, tema-tema baptis dan unsur-unsur tobat menjadi fokus renungan dan gerakan. Tobat selama Masa Prapaskah diharapkan tidak hanya berciri batiniah dan individual, tetapi hendaknya juga lahiriah dan sosial.

Suasana Masa Prapaskah sebaiknya diwarnai oleh semangat doa dan mati raga sebagai bentuk tobat sebab Masa Prapaskah dapat juga disebut sebagai sebuah “retret agung” seluruh umat beriman. Puasa dan pantang serta berbagai niat pertobatan yang diwujudkan secara konkret, baik secara pribadi, keluarga, kelompok, maupun kebersamaan umat beriman di teritori tertentu sangat dianjurkan selama masa Prapaskah ini.

Begitu pula berbagai devosi, khususnya jalan salib pada hari Jumat, sangat dianjurkan. Bila setelah doa jalan salib diadakan Misa kudus di gereja, Misa tersebut harus dimulai sejak awal.
Petunjuk liturgis: warna liturgi selama Masa Prapaskah ialah ungu. Nyanyian-nyayian selama Minggu Prapaskah I-IV bernuansa tobat. Pada Prapaskah V hingga Pekan Suci bernuansa sengsara Tuhan.

Penyelubungan salib dan patung dimulai pada hari Minggu Prapaskah V dan dilepas pada hari Jumat Agung (untuk salib) dan menjelang Malam Paskah (untuk patung dan lukisan utama). Dalam Masa Prapaskah ini, dekorasi altar tidak menggunakan bunga, sedangkan alat musik hanya digunakan sejauh sejauh untuk mendukung nyanyian. Haanya khusus Minggu Prapaskah IV (minggu Laetare atau Sukacita), altar boleh dihias dengan bunga dan orgel serta alat musik lain boleh digunakan.

——

Apa itu pertobatan batin?
Pertobatan batin ialah suatu dinamika ”hati yang patah dan remuk (Mzm 51:19) yang digerakkan oleh rahmat ilahi untuk menjawab cinta yang penuh kerahiman dari Allah. Pertobatan ini mengandung penyesalan akan dosa-dosa yang telah dilaku kan, niat yang kuat untuk tidak berdosa lagi di masa datang, dan percaya akan perto longan Allah. Orang yang bertobat ini berharap penuh kepada kerahiman ilahi.
(Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 300)

Apa bentuk-bentuk silih dalam kehidupan Kristen?
Perbuatan silih dapat diungkapkan dalam macam-macam bentuk, tetapi terutama dalam puasa, doa, dan memberi derma. Bentuk-bentuk itu dan banyak bentuk yang lainnya dapat dipraktekkan dalam kehidupan seorang Kristen, secara khusus selama masa Puasa dan pada hari Jumat, hari silih.
(Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 301)

Apa unsur-unsur pokok Sakramen Rekonsiliasi?
Unsur-unsur pokok itu ada dua: tindakan orang yang datang dan bertobat melalui karya Roh Kudus dan pengampunan dosa dari Imam yang bertindak atas nama Kristus untuk memberikan pengampunan, menentukan cara untuk berbuat silih atas dosa-dosa yang diperbuatnya.
(Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 302)

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply