Home / Berita / Melihat Dengan “Kacamata Iman” (Renungan KAMIS 26 MEI 2016: Peringatan Santo Filipus Neri (Imam, 1515-1585) Oleh Fr. John Mezer Manullang)

Melihat Dengan “Kacamata Iman” (Renungan KAMIS 26 MEI 2016: Peringatan Santo Filipus Neri (Imam, 1515-1585) Oleh Fr. John Mezer Manullang)

Melihat dengan “kacamata iman”

Sore hari ketika saya sedang joging ke luar kompleks seminari, di tengah perjalanan saya melihat ada seorang bapak tua yang buta kedua matanya berusaha untuk mencari orang lain dengan berteriak meminta tolong untuk membantunya. Suatu ketika ia  dituntun oleh seorang pemuda untuk menyeberang dari jalan raya berharap agar dia dapat diselamatkan dari arus lalu lintas yang berlewatan.

Seperti halnya dalam bacaan Injil hari ini, dimana Bartimeus seorang yang yang kedua matanya mengalami kebutaan. Dia tidak bisa melihat apa-apa, ia hanya bisa mencari-cari dan berharap kepada Yesus untuk disembuhkan dengan Iman, Harapan, dan Kasih. Dia pergi untuk mendapatkan DIA dengan menanggalkan jubahnya dengan tujuan supaya ia segera menemui Yesus dan dapat disembuhkan oleh Yesus. Karena dia memiliki keyakinan dan iman bahwa Tuhan dapat menyembuhkan, sehingga dia dapat melihat.

Melihat tidak hanya melihat dunia yang ada di sekitarnya saja, tetapi ia juga bisa dan mampu melakukan sesuatu. Maka sudah jelas bahwa penglihatan yang didapatkan karena penyembuhan dari kebutaan melambangkan iman. Dengan disembuhkan dari kebutaan ia dapat melihat dunia sekitarnya dengan mata baru, mata iman yang baik. Dengan begitu ia pun dapat memuliakan Tuhan karena berkat imannya kepada Yesus yang menyelamatkan.

Ketika dihadapkan pada kenyataan yang ada dalam hidup kita, kita ini hampir sama dengan Bartimeus yang mengalami “buta.” Bukan lagi buta secara fisik tapi buta secara iman. Dia buta fisik sementara kita ini manusia yang sempurna masih punya kekurangan. Mungkin bisa jadi kita ini mengalami buta secara rohani atau jiwa. Kurang mendekatkan diri pada Tuhan, kita mengalami kekeringan dalam pengalaman iman bersama dengan Yesus. Salah satu bentuk konkret dari kebutaan dalam jiwa ialah kita kurang mengambil waktu sejenak dalam olah rohani seperti, doa, devosi, dan sebagainya. Maka dari pengalaman Bartimeus tersebut, kita perlu mempunyai kehendak untuk disembuhkan oleh Tuhan. Baik secara rohani maupun jiwa kita yang buta ini, agar kita tidak terus-menerus dikuasai kegelapan melainkan terang yang berasal dari Yesus. (Fr. John Mezer Manullang)

Liturgi Hari ini: KAMIS 26 MEI 2016: Santo Filipus Neri (Imam, 1515-1585)….Klik disini!!

About

Check Also

MINGGU, 7 JANUARI 2018: HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN/HARI ANAK MISIONER SEDUNIA

Menghayati Ekaristi Manusia dewasa ini merasa perlu untuk saling bertemu, saling tukar pikiran dan pengalaman, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *