Ekaristi Kamis, 3 September 2020: ST. GREGORIUS AGUNG (PAUS DAN PUJANGGA GEREJA, 540-606)

St. Gregorius dilahirkan pada tahun 540 di Roma. Ayahnya seorang anggota Majelis Tinggi dan ibunya adalah St. Celia. Gregorius belajar filsafat dan ketika masih muda usianya, telah diangkat menjadi Gubernur Roma. Ketika ayahnya meninggal, Gregorius merombak rumahnya yang besar menjadi sebuah biara. Selama beberapa tahun ia hidup sebagai seorang biarawan yang saleh dan kudus. Kemudian Paus Pelagius mengangkatnya menjadi salah seorang dari ketujuh Diakon Roma. Ketika Paus wafat, Gregorius dipilih untuk menggantikannya. Gregorius sama sekali tidak menginginkan kehormatan seperti itu. Tetapi ia seorang yang sangat kudus serta bijaksana, sehingga semua orang tahu bahwa ia akan menjadi seorang paus yang baik. Gregorius berusaha menghindar dengan menyamar dan menyembunyikan diri dalam sebuah gua, tetapi akhirnya mereka menemukannya dan ia diangkat juga menjadi paus.

Selama empatbelas tahun ia memimpin Gereja. Meskipun ia selalu sakit, Gregorius merupakan salah seorang paus terbesar Gereja. Ia menulis banyak buku dan juga merupakan seorang pengkhotbah yang ulung. Ia mencurahkan perhatiannya kepada segenap umat manusia. Malah sesungguhnya, ia menganggap dirinya sebagai abdi semua orang. Ia adalah paus pertama yang menggunakan gelar “hamba dari para hamba Tuhan” Semua paus sesudahnya menggunakan gelar ini.

St. Gregorius memberikan perhatian serta cinta kasih istimewa kepada orang-orang miskin serta orang-orang asing. Setiap hari ia biasa menjamu mereka dengan makanan yang enak. St. Gregorius juga amat peka terhadap penderitaan orang banyak yang disebabkan oleh ketidakadilan. Suatu ketika, semasa ia masih seorang biarawan, ia melihat anak-anak kulit putih dijual di pasar budak di Roma. Ia bertanya dari mana anak-anak itu berasal dan diberitahu bahwa mereka berasal dari Inggris. St. Gregorius merasakan suatu keinginan yang kuat untuk pergi ke Inggris untuk mewartakan kasih Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan itu. Setelah ia menjadi paus, salah satu hal pertama yang dilakukannya adalah mengirimkan beberapa biarawan terbaiknya untuk memperkenalkan Kristus kepada rakyat Inggris.

Tahun-tahun terakhir hidupnya dipenuhi oleh banyak penderitaan, namun demikian ia tetap bekerja untuk Gerejanya yang tercinta hingga akhir hayatnya. St. Gregorius wafat pada tanggal 12 Maret 604.

“Aku mengerti dari pengalaman bahwa sebagian besar waktu ketika aku bersama dengan saudara-saudaraku, aku belajar banyak hal tentang Sabda Tuhan yang tidak dapat aku pelajari seorang diri; jadi kalianlah yang memberitahukan kepadaku apa yang harus aku ajarkan.” ~ St. Gregorius Agung

—————-

Antiofon Pembukaan

Orang ini dipilih Tuhan sendiri, diangkat-Nya menjadi iman agung.
Harta Allah terbuka baginya, kurnia ilahi melimpahi hatinya.

Pengantar

Dalam kehidupan Gregorius terjadi pergumulan: pribadinya tertarik kepada hidup kontemplasi, tetapi Gereja memerlukan pembaharuan, penataan kembali. Sebagai walikota Roma ia tahu mengatur masyarakat. Tetapi ia kemudian mencari keheningan biara. Keheningan itu tak lama dinikmatinya. Oleh Sri Paus ia diutus melawat ke Konstantinopel dan beberapa tahun kemudian ia terpilih sebagai paus. Liturgi disehatkannya, lagu-lagu Gregorian dihidupkannya lagi, semangat misi dikobarkannya terutama ke Inggris. Tetapi dalam tulisan-tulisannya ia tetap kontemplatif.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang maharahim,
dengan penuh belaskasih Kaujaga umat-Mu dan kaubimbing dalam kasih saying-Mu.
Buatlah para pemimpin umat-Mu bersemangat dan bijaksana berkat doa Paus Gregorius Agung. Semoga kemajuan umat-Mu selalu menggembirakan para gembalanya.
Demi Yesus Kristus, …

Bacaan I – I Korintus 3:18-23
Umat di Korintus kurang rukun. Paulus memperingatkan bahwa hanya satulah guru mereka. Lain-lainnya harus menaati Dia. Kebijaksanaan insani di sini tiada gunanya. Hanya kebijaksanaan Allah, yang berkarya dalam diri Kristus, yang mampu mempersatukan.

Semuanya itu milik kalian, tetapi kalian milik Kristus,
dan Kristus milik Allah.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika di antara kalian ada yang menyangka dirinya berhikmat menurut penilaian dunia ini, hendaknya ia menjadi bodoh untuk menjadi berhikmat. Sebab hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.

Sebab ada tertulis “Allah menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri.” Dan di tempat lain “Tuhan tahu rancangan-rancangan orang berhikmat; sungguh, semuanya sia-sia belaka!”

Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun yang akan datang. Semua itu milik kalian, tetapi kalian milik Kristus, dan Kristus milik Allah.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 24:1-6

Ref: Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya.

Mazmur:
 Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,
jagat dan semua yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan,
dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

 Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan?
Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,
yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan,
dan tidak bersumpah palsu.

 Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan
dan keadilan dari Allah, penyelamatnya.
Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan,
yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

BAIT PENGANTAR INJIL Mat 4:19

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Mari, ikutilah Aku, sabda Tuhan,
dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 5:1-11
Kita dapat bertemu dengan Yesus lewat tanda-tanda. Salah satu tanda itu adalah kerasulan. Para rasul bekerja sekuat tenaga, tetapi sering kali tanpa hasil sedikit pun. Karena diberi tanda oleh Yesus, pukat dilabuhkan dan hasilnya hebat sekali. Demikianlah Yesus menyemangati dan membimbing siapa saja yang mengikuti Dia.

Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga.”

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.” Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.”

Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Antifon Komuni

Gembala yang baik menyerahkan nyawanya untuk domba-dombanya.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang maharahim,
kami telah diajar oleh Sabda Kristus, Guru kami, dan disegarkan oleh kurban Kristus, santapan kami. Semoga dengan bantuan Santo Gregorius sabda-Mu kami wartakan, dan kurnia cinta kasih-Mu kami sebarluaskan.
Demi Kristus, …

About gema

Check Also

Ekaristi SELASA BIASA XXV, 22 September 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 119:34  Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan …

Leave a Reply