SENIN BIASA XIV, 10 Juli 2017

“Anakku perempuan baru saja meninggal,
tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Kegagalan, bencana, penyakit yang berkepanjangan dapat saja menimpa kita. Namun dalam kerapuhan hidup itu, beranikah kita memohon kepada Yesus seperti seorang kepala rumah ibadat yang mengatakan: “”Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Atau seperti seorang perempuan yang melihat kerapuhannya dengan iman yang kuat mengatakan: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”.

Marilah kita bawa kerapuhan hidup kita kepada Yesus. Selamat merayakan Ekaristi hari ini. Tuhan memberkati!

Antifon Pembukaan – Kejadian 28:16-18

 Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini
Dan aku tidak tahu.
Alangkah dahsyatnya tempat ini.
Ini tidak lain dari rumah Allah,
Ini pintu gerbang surga.

Pengantar

Yakub pun diberi tahu tentang perjanjian yang diikat Tuhan dengan Abraham. Semua bangsa di dunia akan diberkati melalui dia. Demikian pula Yesus setiap kali berada di tengah-tengah umat akan membagikan kesembuhan dan menumbuhkan kehidupan baru.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa maha pengasih,
Engkaulah tanah tempat kami berpijak.
Kami bersyukur kepada-Mu
atas kehadiran-Mu di tengah-tengah kami
menyehatkan jiwa raga kami.
Maka kami mohon, semoga Engkau tetap beserta kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Kejadian 28:10-22a
Dalam mimpi Tuhan menampakkan diri kepada Yakub dan mengulangi janji-Nya kepada Abraham dan Ishak. Menurut tradisi liturgi kutipan cerita ini banyak digunakan untuk mengingatkan kita akan kehadiran Allah di tengah kita: Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, tetapi aku tidak tahu.

“Yakub melihat sebuah tangga, melihat malaikat Allah turun naik,
dan melihat Allah yang bersabda.”

Pembacaan dari Kitab Kejadian:
Pada waktu itu Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu, dan dipakainya sebagai alas kepala. Lalu ia membaringkan diri di tempat itu.

Dalam mimpi ia melihat sebuah tangga yang didirikan di atas bumi dengan ujungnya sampai di langit. Lalu tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah Tuhan di samping Yakub dan bersabda, “Akulah Tuhan, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak. Tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu di tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan; melalui engkau dan melalui keturunanmu, semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau, dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini. Aku tidak akan meninggalkan dikau. Aku akan melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia, “Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata, “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang surga!” Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikannya menjadi tugu dan menuangkan minyak di atasnya. Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.

Lalu bernazarlah Yakub, “Jika Allah menyertai dan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini dan jika Ia memberikan kepadaku roti untuk dimakan serta pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 91:1-2.3-4.14-15ab

Ref. Allahku, pada-Mulah aku percaya.

Mazmur:
 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi
dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada Tuhan,
“Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku,
Allahku, yang kupercayai.”

 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau
dari jerat penangkap burung
dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau,
di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung,
kesetiaan-Nya adalah perisai dan pagar tembok.

 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku,
maka Aku akan meluputkannya,
Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab,
Aku akan menyertai dia dalam kesesakan.”

BAIT PENGANTAR INJIL 2 Tim 1:10b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Penebus kita Yesus kristus telah membinasakan maut
dan menerangi hidup dengan Injil.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 9:18-26
Ketika murid-murid Yohanes Pembaptis bertanya, adakah Yesus itu Mesias, maka Yesus menunjukkan mukjizat-mukjizat. Demikian pula maksud kisah dalam Injil ini: suatu tanda bahwa Kerajaan Allah sudah datang. Gereja melanjutkan karya-Nya: berkeliling mendampingi yang menderita kesulitan dan penyakit.

“Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata,”Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu, dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa mahakudus,
kuduskanlah roti anggur ini,
agar dapat memberikan kedamaian dan kesehatan
kepada kami semua.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Mazmur 91:14b.15ab

 Aku akan membentenginya sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab,
Aku akan menyertai dia dalam kesesakan.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahasetia,
Kami telah mendapat Putra-Mu
Sebagai janji kesehatan dan kehidupan.
Kami mohon, semoga kami Kaujiwai dengan semangat-Nya
Dalam segala tingkah laku kami
Dan dengan demikian Kauperkenankan ikut serta
Mengusahakan damai sejahtera alam raya.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply