Jumat Pekan V Paskah, 8 Mei 2015 (Putih)

Jumat, 8 Mei 2015, Hari biasa Pekan V Paskah (Putih)

(Kis. 15:22-31; Mzm. 57:8-9,10-12; Yoh. 15:12-17)

Antifon Pembukaan – Wahyu 5:12

* Anak Domba yang telah dikurbankan patut menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan, dan kehormatan. Aleluya.

Pengantar

Yesus menyebut kita bukan lagi hamba, tetapi sahabat bila kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Ia menyebut kita sahabat, sebab Ia telah memberitahukan apa yang didengar-Nya dari Bapa. Orang-orang demikian mengabdikan diri seutuhnya pada nama Tuhan kita Yesus Kristus. Mereka dibimbing oleh Roh Kudus menjadi pembantu-pembantu dalam membahagiakan orang banyak.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:

Allah Bapa sumber cinta kasih, Engkau menaruh cinta kasih kepada kami dan menganugerahkan Putra Manusia kepada kami, ialah Yesus, Putra-Mu terkasih. Kami bersyukur, namun masih mohon, semoga cinta kasih-Nya menjiwai kami. Sebab Dialah ….

Bacaan I – Kisah Para Rasul 15:22-31

“Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami …..,” demikianlah keputusan Gereja pada zaman permulaan. Dialog, pembicaraan, selalu perlu. Namun, Roh Kudus masih ada juga dan selalu memberikan bimbingan-Nya. Dasar-dasar perutusan Gereja yang tidak terikat sesuatu bangsa atau negara, mulai diatur. Hanya pribadi Kristus dan bisikan Roh Kudus yang dijadikan pegangan.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (15:22-31)

Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu.”

Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem yang membicarakan soal sunat, rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barnabas, dan Silas. Keduanya adalah orang yang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tidak mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu, yakni: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari pencabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.” Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 57:8-9.10-12

Ref. Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan. Atau Aleluya.

Ayat. (Mzm 57:8-9.10-12)

1. Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah hai gambus dan kecapi, mari kita membangunkan fajar!

2. Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa. Sebab kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi!

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya  Ayat. (Yoh 15:15b)

Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Bacaan Injil – Yohanes 15:12-17

Hanya cinta kasih yang dapat mengumpulkan orang-orang yang berlainan bangsa, adat, dan kebu­dayaan dalam persahabatan. Hanyalah cinta kasih yang dapat menjamin kerukunan. Ini berarti, mengingkari diri demi orang lain seturut teladan Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:12-17)

“Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah orang akan yang lain.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya

U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Doa Persiapan

Allah Bapa mahakudus, kuduskanlah persembahan ini dan terimalah dengan murah hati. Semoga berkat rahmat-Mu, kami menjadi persembahan sempurna bagi-Mu. 

Demi Kristus,……

Antifon Komuni

* Kristus yang disalibkan telah bangkit dan menebus kita. Aleluya.

Doa sesudah komuni

Marilah berdoa:

Allah Bapa sumber kebahagiaan, kami tentu Kaudengarkan, bila kami menyebut nama-Mu atas nama Putra-Mu terkasih. Semoga kami Kauberi Roh-Nya, yang menjadi jaminan kasih setia-Mu dan semoga kami menemukan kebahagiaan hidup kami. Demi Kristus, ….

RENUNGAN

Saudara-i yang dikasihi Tuhan. Masing-masing dari kita pasti memiliki teman atau sahabat. Seringkali persahabatan muncul dalam relasi kita dikarenakan persamaan ide, kesenangan, kepentingan dan lain-lain. Sehingga dengan persahabatan mengakibatkan kesetaraan di antara para sahabat. Namun terkadang persahabatan yang dimaksud di atas kerapkali tidak punya ikatan yang mendasar selain dari persamaan tadi. Ketika muncul perbedaan maka persahabatan pun putus. Yang sebelumnya sangt akrab telah berubah.

Dalam Injil hari ini, Kristus menyebut murid-murid-Nya sebagai sahabat. Dasar dari persahabatan ini adalah kasih-Nya. Sebagai sahabat Dia telah menyatakan kepada mereka semua yang di dengar dari Bapa. Untuk menyatakan kasih-Nya yang begitu besar, Ia memberikan hidup-Nya kepada mereka sehingga mereka tidak lagi disebut hamba melainkan layak disebut sebagai sahabat-sahabat Kristus.

Kasih yang tulus dari Yesus sebagai sahabat telah mengangkat derajat para murid dan setiap orang yang beriman kepada-Nya. Bagi kita persahabatan sejati tidak pernah merendahkan, memanipulasi, atau bahkan mengekploitasi sesama demi kesenangan atau keuntungan pribadi. Sebagaimana Kristus telah melakukannya untuk keselamatan kita, maka kita pun yang adalah Gereja dibentuk dan diutus dalam Roh Kudus ke tengah dunia untuk melakukan hal yang sama menjalin persahabatan sejati bagi sesama. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.”

Tuhan memberkati!

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply