Jumat, 5 Februari 2016 : Santa Agata (Perawan dan martir, 251)

Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istananya. Ia menghendaki Agatha melakukan dosa melanggar kesuciannya, tetapi Agatha seorang gadis pemberani dan pantang menyerah. “Yesus Kristus, Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”

Gubernur mencoba mengirim Agatha ke rumah seorang wanita pendosa. Mungkin saja gadis ini akan menjadi jahat pula. Tetapi Agatha menaruh kepercayaan yang besar kepada Tuhan dan berdoa sepanjang waktu. Ia menjaga kesucian dirinya. Ia tidak mau mendengarkan nasehat-nasehat jahat wanita dan anak-anak perempuannya itu. Setelah sebulan berlalu, Agatha dibawa kembali kepada gubernur. Sekali lagi gubernur berusaha membujuknya. “Engkau seorang wanita terhormat,” katanya dengan lembut. “Mengapa engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang Kristen?” “Meskipun aku seorang terhormat,” jawab Agatha, “aku ini seorang hamba di hadapan Yesus Kristus.” “Jika demikian, apa sesungguhnya arti dari menjadi terhormat?” tanya gubernur. Agatha menjawab, “Artinya, melayani Tuhan.”

Ketika gubernur tahu bahwa Agatha tidak akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat marah. Ia menyuruh orang mencambuk serta menyiksa Agatha. Sementara ia dibawa kembali ke penjara, Agatha berbisik, “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang, terimalah jiwaku.” Agatha wafat sebagai martir di Catania, Sisilia, pada tahun 250.

“Dengan teladannya ia mengajar kita untuk bergegas menuju kebenaran sejati, yaitu Allah saja.” ~ St. Metodius

Antifon Pembukaan

* Inilah perawan yang budiman
yang keluar menyongsong Kristus
dengan pelita yang bernyala.

Kata Pengantar

Lama sebelum ada biara-biara suster didirikan, sudah ada wanita-wanita yang mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Secara perorangan mereka mengucapkan kaul kemurnian dan mengabdikan diri pada iman. Di dalam jemaat mereka melakukan tugas diakonia, terutama dalam bidang perawatan orang miskin dan sakit. Agata yang berasal dari Katana, Sisilia, telah memilih cara hidup demikian beberapa waktu sebelum ditahan. Walaupun diancam dan dianiaya ia bertahan dalam kaulnya dan akhirnya dibunuh sebagai martir pada zaman Kaisar Decius.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang maharahim,
kami mohon, kasihanilah kami
demi permohonan Santa Agata, perawan dan martir.
Ia senantiasa berkenan di hati-Mu
karena tetap setia sampai mati
dan selalu hidup murni.
Demi Yesus Kristus,….

Bacaan Pertama – Yesus bin Sirakh 47:2-11
Berabad-abad kemudian Daud masih tetap tersohor. Bukan karena kepahlawanannya dalam perang, tetapi terutama karena imannya yang menjiwai umat. Meski jatuh berdosa, Tuhan masih berkenan mengampuninya dan memperbarui janji-Nya. Mazmur-mazmur karangannya masih mengungkapkan imannya yang dalam.

Dengan segenap hati Daud memuji-muji Tuhan
dan mengungkapkan kasihnya kepada Sang Pencipta.

Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:
Seperti lemak disendirikan untuk kurban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-orang Israel. Singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan saja, dan beruang seakan-akan hanyalah anak domba. Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa dan mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kecongkakan Goliat? Karena berseru kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, maka Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ia tinggikan. Itulah sebabnya ia disanjung-sanjung karena “laksaan” dan dipuji-puji karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota mulia dipersembahkan kepadanya.

Sebab ia membasmi segala musuh di sekelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya, serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini. Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata sanjungan kepada Yang Kudus, Yang Mahatinggi, Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengungkapkan kasihnya kepada Sang Pencipta. Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dengan bunyinya ia memperindah lagu dan kidung. Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalu-talu di tempat kudus-Nya. Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Tuhan menjanjikan kerajaan yang lestari, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel!

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 18:31.47.50.51

Ref: Mulialah Allah, penyelamatku.

Mazmur:
 Jalan Allah itu sempurna,
janji Tuhan adalah murni;
Dia menjadi perisai
bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

 Tuhan itu hidup!
Terpujilah Gunung Batuku
dan mulialah Allah Penyelamatku!
Maka aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu
di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan;
aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

 Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar
kepada raja yang diangkat-Nya;
Ia menunjukkan kasih setia
kepada orang yang diurapi-Nya,
yakni Daud dan anak cucunya,
untuk selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL Lh. Luk 8:15

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah
dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,
dan menghasilkan buah berkat ketabahannya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 6:14-29
Karya Kristus menimbulkan reaksi bermacam-macam. Siapa saja menanyakan pribadi-Nya. Raja Herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis mengira Yohanes hidup kembali, ketika mendengar tentang Yesus. Dari kisah wafat Yohanes menjadi jelas, betapa berat menghadapi kenyataan hidup. Seolah-olah semua cara boleh digunakan untuk menghapus malu.

Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan, “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata, “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan kini bangkit lagi.”

Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci: jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengar Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk para pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!”

Anak itu pergi dan menanyakan ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!”

Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena segan terhadap tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu dalam sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.

Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, membaringkannya dalam kubur.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahaagung,
Kemuliaan dan keluhuran-Mu Nyata
dalam kehidupan dan kematian Santa Agata.
Engkau berkenan melihat
karya dan penderitaannya
menerima pengabdian kami ini.
Demi Kristus,…

Antifon Komuni Mat 25:6

*Pengantin sudah datang!
Marilah menyongsong Kristus, Tuhan Kita!

Doa Penutup

Marilah Berdoa:
Allah Bapa yang Mahakuasa,
tenaga baru telah kami terima
berkat santapan suci Anugerah-Mu.
Kami mohon, semoga seturut teladan Santa Agata
kami mengabdi sepenuhnya kepada-Mu
dan tidak takut menderita
bersama Yesus, Putera-Mu, yang….

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply