Sabtu, 6 Februari 2016: S. Paulus Miki dan para martir Nagasaki

Keduapuluh enam martir ini kadang-kadang disebut juga para martir Nagasaki atau para martir Jepang. St. Fransiskus Xaverius mewartakan Kabar Gembira ke Jepang pada tahun 1549. Banyak orang menerima Sabda Tuhan dan dibaptis oleh St. Fransiskus sendiri. Meskipun Fransiskus kemudian melanjutkan perjalanannya dan pada akhirnya wafat dekat pantai Cina, iman Kristiani tumbuh di Jepang. Pada tahun 1587 terdapat lebih dari duaratus ribu orang Katolik di sana. Para misionaris dari berbagai ordo religius juga ada di sana. Para imam Jepang, biarawan-biarawati serta umat awam hidup dalam iman dengan penuh sukacita.

Pada tahun 1597, limapuluh lima tahun setelah kedatangan St. Fransiskus Xaverius, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga keduapuluh enam orang itu ditangkap. Kelompok tersebut terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, termasuk St. Paulus Miki; dan tujuhbelas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak.

Keduapuluh enam orang itu dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Mereka diikatkan pada salib masing-masing dengan rantai dan tali dan belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada saat yang hampir bersamaan. Pakaian-pakaian mereka yang ternoda oleh darah disimpan sebagai reliqui yang berharga oleh komunitas Kristiani dan mukjizat-mukjizat terjadi melalui bantuan doa mereka.

Setiap martir adalah suatu persembahan bagi Gereja. St. Paulus Miki, seorang katekis Yesuit, adalah seorang pengkhotbah yang ulung. Khotbah terakhirnya yang gagah berani disampaikannya dari atas salib sementara ia memberi semangat umat Kristiani lainnya agar tetap setia sampai mati. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 5 Februari 1597. St. Paulus Miki dan kawan-kawannya dinyatakan kudus pada tahun 1862 oleh Paus Gregorius XVI.

Luangkan sedikit waktu pada hari ini untuk berdoa bagi umat Krisitiani di seluruh dunia yang mengalami penganiayaan.

Antifon Pembukaan

*Para kudus bergembira di surga,
sebab mengikuti jejak Kristus.
Mereka menumpahkan darahnya demi Dia,
sehingga kini bersuka ria selamanya.

Kata Pengantar

“Kalian akan dianiaya demi nama-Ku. Kalian akan diseret ke muka pengadilan dan para penguasa. Tetapi janganlah takut. Aku akan membisikkan kepadamu, apa yang harus kalian katakan.” Di mana saja iman diwartakan, disitu pula terlaksana sabda itu. Jepang merupakan salah satu negara dimana iman bukan secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif berkembang.
Paulus Miki, salah seorang Yesuit pertama Jepang, telah membangun sebuah kelompok yang penuh semangat di Nagasaki bersama para misionaris dari Spanyol. Kelompok itu dihancurkan sama sekali. Dengan memuji nama Tuhan mereka membela iman sampai akhir hayatnya.

Doa Pembukaan

Marilah Berdoa:
Allah Bapa, Kekuatan Para kudus,
Santo Paulus Miki dan teman-temannya
Kau panggil melalui salib kepada kehidupan.
Dengarkanlah doa permohonan mereka,
agar iman yang kami akui dan kami hayati,
juga kami pegang teguh sampai mati.
Demi Yesus Kristus, …..

Bacaan Pertama – I Raja-Raja 3:4-13
Bukan umur panjang, harta kekayaan, ataupun kekuasaan yang dimohon Salomo, melainkan kebijaksanaan untuk memimpin rakyat selaras dengan kehendak Tuhan dan agar taat setia.

Salomo memohon hati yang bijaksana,
sanggup memerintah umat Allah.

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:
Pada suatu hari Raja Salomo pergi ke Gibeon mempersembahkan kurban sebab di situlah bukit pengurbanan yang paling besar; seribu kurban bakaran ia persembahkan di atas mezbah itu. Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Bersabdalah Allah, “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau! Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, Suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka bersabdalah Allah kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seseorang seperti engkau. Namun yang tidak kauminta pun akan Kuberikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di kalangan raja-raja.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:9.10.11.12.13.14

Ref: Ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

Mazmur:
 Bagaimana kaum muda mempertahankan hidupnya tanpa cela?
Dengan mengamalkan firman-Mu.

 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau,
jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.

 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,
supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

 Terpujilah Engkau, ya Tuhan;
ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

 Dengan bibirku aku menceritakan
segala hukum yang Kauucapkan.

 Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu,
melebihi segala harta.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 10:27

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 6:30-34
Banyak orang tertarik kepada Yesus dan mengikuti Dia. Pengabdian-Nya kepada manusia itulah yang menyebabkan Dia tak henti-hentinya mewartakan sabda. Kelak para rasul yang akan melanjutkan karya-Nya, harus pula memeras keringat membanting tulang untuk pewartaan itu, bahkan pada saat-saat mereka ingin bertemu dengan Yesus.

Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang kudus,
terimalah persembahan yang kami hunjukkan
pada peringatan Santo Paulus Miki
dan teman-temannya.
Semoga kami, hamba-Mu ini,
berani memberi kesaksian tentang nama-Mu
dan tak gentar sedikit pun,
karena Engkau selalu mendampingi kami.
Demi Kristus,….

Antifon Komuni Yoh 15:13

*Tiada cinta kasih yang lebih besar
dari pada cinta kasih orang
yang menyerahkan nyawanya demi sahabatnya.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang maha pengasih,
kekayaan salib telah Kautunjukkan
dalam diri para martir-Mu.
Semoga kami dikuatkan oleh kurban ini,
sehingga berpegang teguh pada Kristus,
dan bekerja giat di tengah umat-Mu
bagi keselamatan siapa-pun.
Demi Kristus, …..

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply