MINGGU BIASA III, 22 JANUARI 2017

Menghayati Ekaristi
Orang memerlukan cahaya untuk hidup dan berkembang. Betapa banyak usaha dalam bidang tehnik untuk menghalau kegelapan itu. Dunia dewasa ini makin lama makin kurang mengenal perbedaan siang dan malam. Cahaya buatan menjadi kebutuhan mutlak bagi kehidupan masyarakat baik untuk bekerja maupun untuk rekreasi. Simbolik terang dan gelap banyak digunakan untuk mengungkapkan suka dan duka, bebas dan tertindas, benar dan bohong.

Kristus adalah cahaya dunia. Demikianlah nubuat para nabi. Konsili Vatikan II mengulangi sebutan itu untuk membuka Konstitusi tentang Gereja. Gereja adalah sakramen yang oleh Tuhan dihadirkan di tengah-tengah kita. Gereja diutus ke dunia untuk membawakan cahaya Kristus ke dalam kegelapan. Dialah yang membuat hidup dan menimbulkan suka cita. Warga Gereja, yaitu umat kristen, menurut caranya masing-masing harus menjadi cahaya bagi dunia sekitarnya. Dengan demikian mereka melanjutkan karya Kristus, yang datang untuk menerangi dunia (Yoh 1:9) dan mengumpulkan putera-puteri Allah yang tersebar (11:52). Orang-orang kristen adalah karyawan-karyawan persatuan itu yang rajin dan tangkas. Persatuan itulah tanda Gereja dan syarat dinamisme yang mutlak.

Antifon Pembukaan –Mazmur 96:1.6

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.

Pengantar

Karya keselamatan Allah tidak terbatas bagi bangsa atau kelompok tertentu saja. Keselamatan Allah dianugerahkan untuk semua orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Seperti para murid yang diutus Yesus, begitu pun kita semua diutus untuk mewartakan kabar keselamatan ini. Barangkali perutusan ini akan berhadapan dengan berbagai tantangan dan kesulitan, namun kita harus tetap yakin bahwa Tuhan tetap menyertai kita.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah utusan Bapa yang datang untuk merenggut beban derita dari pundak umat dan mematahkan tongkat si penindas.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah cahaya terang benderang yang menyinari umat dalam kegelapan.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah Pewarta Kabar Gembira Kerajaan Allah, yang ditawarkan kepada kami asal kami mau bertobat.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Yang Mahakuasa dan kekal, bimbinglah tingkah laku kami sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga dalam nama Putra-Mu terkasih kami mampu menghasilkan banyak karya yang baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Yesaya 8:23b-9:3
Rakyat Galilea yang terdiri dari suku Zebulon dan Naftali diangkat ke Asiria dan Yesaya menjanjikan pembebasan. Janji itu memberi harapan dalam kegelapan pembuangan. Di sanalah agama Yahudi dirongrong karena hubungannya dengan orang-orang kafir atau bukan Yahudi. Matius melihat itu dipenuhi ketika Kristus mulai mewartakan Kabar Gembira di Galilea.

“Di wilayah bangsa-bangsa lain orang telah melihat terang yang besar”.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Tuhan akan memuliakan jalan ke laut itu, yakni daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur Mzm 27:1.4.13-14; Ul: 1a

Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.

Mazmur:
 Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut. Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar.
 Satu hal telah ku minta kepada Tuhan, satu inilah yang ku-ingini; diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
 Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu.

Bacaan Kedua – 1Kor 1:10-13.17
Persoalan mengenai kesatuan Gereja sudah timbul sejak permulaan berdirinya. Gereja Korintus adalah salah satu Gereja pertama yang didirikan oleh Paulus. Di sana telah mulai bersaing beberapa kelompok. Mereka mencari dukungan dari pewarta Injil masing-masing. Paulus menunjukkan bahwa perpecahan yang demikian itu tidak ada arti dan gunanya sebab hanya ada satu pembaptisan. Semuanya menerima itu dari Kristus, Penyelamat mereka bersama. Pewarta Sabda Allah berada di atas segala perpecahan.

“Semoga kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus:
Saudara-saudara, aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaliknya, hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, Saudara-saudaraku, aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloe bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau: Aku dari golongan Apolos. Atau: Aku dari golongan Kefas. Atau: Aku dari golongan Kristus. Apakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan demi kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Mat 4:23

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 4:12-23
Yesus mulai mengulangi pewartaan Yohanes di Galilea. Daerah itu berbau kafir. Yesus sendirilah Kabar Gembiranya, cahaya yang menyinari kegelapan kafir (Yes 9:1-4). Murid-murid-Nya mau dijadikan penjala manusia. Ia berkeliling ke seluruh daerah dan menemui orang-orang Yahudi yang aktif untuk diberi penjelasan mengenai Kitab Suci. Namun, Ia menemui rakya banyak, dan diberi-Nya warta keselamatan. Penyembuhan-penyembuhan yang dibuat-Nya memperkuat kewibawaan-Nya sebagai Almasih.

“Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang. Sejak waktu itu Yesus memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya; bersama ayah mereka, Zebedeus, mereka sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus bersabda, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”. Marilah kita menanggapi kita menanggapi ajakan-Nya dan berdoa kepada Allah, Bapa kita.

Bagi para pemimpin Gereja.
Ya Bapa, bimbinglah dan berkatilah para pemimpin Gereja-Mu dalam menggembalakan kami menuju kepada pertobatan sejati sehingga kami layak dan pantas untuk tinggal selalu di dalam Kerajaan-Mu.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi para pemimpin bangsa-bangsa.
Ya Bapa, curahkanlah karunia Roh Kudus bagi para pemimpin bangsa-bangsa. Semoga pengabdian mereka sunguh membawa sinar harapan dalam kehidupan rakyat yang menderita, dengan menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas, menjujung martabat setiap orang, dan memberi pertolongan serta hiburan kepada mereka yang menderita.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi mereka yang masih berjuang untuk menemukan arti kehidupan ini.
Ya Bapa, tuntunlah mereka yang masih berjuang menemukan arti hidup ini kepada Kristus sebagai jawaban atas kerinduan hati mereka akan kasih, kebaikan, dan kebenaran.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi kita semua di sini.
Ya Bapa, berkatilah kami semua agar kami mampu menjadi terang bagi semua orang; terang yang menuntun orang kepada kasih Allah.
Marilah kita mohon …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Allah Bapa kami, janganlah membiarkan orang yang percaya kepada Putra-Mu hidup dalam kegelapan dosa. Semoga Putra-Mu menjadi penuntun kami di jalan menyongsong Engkau, Allah kami, sepanjang segala masa.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, terimalah dengan rela persembahan kami ini. Kami mohon semoga Engkau menguduskannya agar menjadi sakramen keselamatan bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Antifon Komuni – Mazmur 34:6

Tunjukkanlah pandanganmu kepada Tuhan maka wajahmu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Doa Sesudah Komuni

 Marilah berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang menerangi kami dan tubuh Putra-Mu yang menguatkan kami. Semoga kami semakin bertekun mengusahakan persatuan di antara kami sampai kami mengalami kesatuan penuh dengan-Mu di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply