Ekaristi MINGGU BIASA XVI-B, 22 JULI 2018

Menghayati hidup dalam Ekaristi

Tiada yang lebih menyedihkan daripada suatu massa tanpa nama, tanpa identitas, di mana orang perseorangan seakan-akan karam. Dan hal yang demikian itu banyak terjadi: betapa banyak anak yang tertekan di rumah, di jalan, di sekolah; betapa banyak kaum muda hancur di toko, kantor dan gudang. Mereka menjadi kurban kegilaan dan nafsu kesenangan. Siapakah yang memperhatikan mereka yang terlempar dari keluarga, terkucil dan menggelandang?

Selama pengikut Kristus masih ikut merasakan dan ikut menghayati kehidupan masyarakat, selama itu Gereja masih merasul. Sebab hal itu ditimbulkan oleh api cinta kasih yang dibawa Kristus ke dunia. Dan semua saja yang diutus oleh Gereja, hanya dapat mencapai sesuatu berkat api cinta kasih itu. Kristus tidak pilih bulu atau mengkotak-kotakkan orang menjadi kelompok elit dan kelompok massa. Memang Ia memilih sekelompok murid-murid, tetapi untuk disebarkan kepada massa. Dengan karya kerasulan murid-murid-Nya Ia mau meyelamatkan seluruh dunia. Maka tak cukuplah kita mempertobatkan perorangan-perorangan, tetapi juga kelompok-kelompok, daerah-daerah, suku-suku bangsa dengan segala kebudayaannya. Demikianlah tugas perutusan kita hendaknya.
—————————–

Antifon Pembuka

Allah adalah Penolongku;
Tuhanlah yang menopang aku.
Dengan rela aku akan mempersembahkan kurban
dan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena baiklah nama-Mu.

Pengantar

Dalam kenyataannya, kawanan sangat tergantung pada gembalanya. Dengan demikian, kawanan itu akan dibawa ke padang yang hijau. Namun, ada kalanya pula kawanan memilih untuk terpisah dari gembalanya. Di sinilah letak tantangan seorang gembala dalam menjalankan peran dan fungsinya. Setia pada perutusannya dan sekaligus mempertanggungjawabkan perutusannya dengan penuh belaskasihan.

Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah gembala kami, yang selalu mengantar kami ke padang hijau dan sumber air yang segar.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Gembala kami, yang menuntun kami di jalan yang aman, yang membimbing serta menghibur kami.
Kristus, kasihanilah kami

Engkaulah Gemabala kami, yang mendampingi kami seumur hidup dan memberikan rasa aman tenteram.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah menggembalakan kami, kawanan-Mu. Semoga kami hidup sebagai kawanan yang selalu beratu dan tekun mendengarkan Sabda Putera-Mu serta melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
Amin

Bacaan Pertama — Yer 23:1-6
Seorang gembala harus mempertanggungjawabkan tindakannya dalam menjalankan tugas perutusan yang dibebankan kepadanya. Ketika ia tidak bisa mempertanggungjawabkannya, maka hukuman akan diberikan. Utusan baru yang lebih tahu dan bisa menjalankan tanggungjawanya, bisa menghimpun, dan menggembalakan kawanan akan diangkat. Allah sendiri akan berdiri sebagai gembala utama yang senantiasa menjaga kawanannya.

“Aku akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domban-Ku, dan Aku akan mengangkat gembala-gembala atas mereka”

Pembacaan dari Kitab Yeremia
Beginilah Firman Tuhan, “Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN. Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN. Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Tuhanlah gembalaku, tak’kan kekurangan aku.

Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan, ‘kudibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. Kudituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam aku tidak takut akan bahaya sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu itulah yang menghibur aku.

Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kau-urapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.

Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan Ilahi mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.

Bacaan kedua – Ef. 2:13-18
Kristus dialami Paulus sebagai Dia yang telah datang untuk memperdamaikan. Berkat kurban salib, manusia dapat berdamai dengan Tuhan dan ikut ambil bagian dalam karya keselamatannya. Dalam Kristus, damai sejahteradicurahkan kepada manusia. Paulus menegaskan bahwa “oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh”.

“Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:
Saudara-saudara, di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil

Alleluya
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku.
Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku

Bacaan Injil — Mrk. 6:30-34
Markus dengan jeli melukiskan betapa besar perhatian Yesus kepada kawanan-Nya. Perhatian Allah terhadap manusia menjadi dasar pewartaan-Nya yang tidak kenal lelah. Dengan tindakan-Nya ini, Yesus memberikan contoh dan teladan kepada para murid untuk ikut melayani bersama Dia, juga tanpa kenal lelah. Sekali lagi, ini dapat terjadi jika para murid pun tergerak hatinya oleh belaskasihan. Pelayanan para murid menjadi berarti jika pelayanan itu merupakan peran serta dalam cinta pelayanan Yesus demi keselamatan manusia. Motivasi dasar pelayanan inilah yang akan meneguhkan dan menguatkan terutama di kala kita merasa pelayanan kita terasa sia-sia dan tanpa hasil.

“Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala”

Inlah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Sekali peristiwa, Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Tuhan itu gembala kita. Pada Dia hidup kita terjamin. Maka kita berani berdoa:

Bagi kesatuan Gereja.
Ya Bapa, satukanlah umat yang mengimani Kristus, Putra-Mu, untuk selalu mengutamakan belas kasih dan persaudaraan sejati di atas kepentingan-kepentingan kelompok dan perbedaan yang ada di antara kami. Pimpinlah kami untuk selalu menghayati Injil-Mu dalam hidup kami sebagai satu kawanan yang dipersatukan oleh Sang Gembala Agung, Tuhan kami, Yesus Kristus.
Marilah kita mohon,…

Bagi kerukunan umat beragama.
Ya Bapa, semoga kerukunan di antara umat beragama dalam masyarakat kami semakin nyata berkat penggembalaan-Mu. Semoga kami tetap bertekun mengembangkan persaudaraan sejati terhadap setiap orang di dunia ini.
Marilah kita mohon,…

Bagi anak-anak terlantar
Ya Bapa, semoga anak-anak yang terlantar menemukan tempat tinggal dan cinta kasih sejati. Bimbimnglah kami untuk memiliki bela rasa dan cinta kasih sejati bagi mereka yang miskin, menderita dan juga terlantar.
Marilah kita mohon,…

Bagi kita bersama.
Ya Bapa, semoga kami selalu rendah hati dan mau belajar dari orang lain demi perkembangan hidup kami. Bimbinglah kami agar selalu tulus dan bersemangat dalam membangun kerja sama dengan orang lain demi kesejahteraan bersama.
Marilah kita mohon,…

Allah Bapa Yang Maha Esa, Engkau menghendaki kami hidup rukun dan bersatu. Oleh karena itulah Engkau mengutus Putra-Mu. Perkenankanlah Kerajaan damai dan cinta kasih-Nya berkembang sekarang dan di waktu mendatang. Demi Kristus, Tuhan kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, kami mohon semoga Engkau berkenan menerima persembahan roti dan anggur ini serta menjadikannya sebagai santapan bagi jiwa kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.

Antifon Komuni – Mzm. 111:4-5

Perbuatan Tuhan yang agung pantas dikenang, Tuhan itu pengasih dan penyayang. Orang yang takut akan Dia diberi-Nya makanan.

Doa sesudah Komuni

Marilah berdoa:

Ya Allah, kami bersyukur karena Putra-Mu telah menjadi tuan rumah sekaligus hidangan atas perjamuan kudus yang boleh kami ikuti ini. Semoga Ia pun senantiasa tinggal bersama kami dan menjadi gembala kami sehingga kami selalu merasa aman dan tentram di dunia ini sampai kami Kauperkenankan mengalami ketentraman abadi di surga. Sebab, Dialah Tuhan dan penyelamat kami, kini dan sepanjang masa.
Amin

About gema

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply