Minggu Prapaskah III/A, 15 Maret 2020

Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Air sangat penting dalam masyarakat sekarang ini. Banyak negara dan usahawan bersusah payah untuk dapat mencukupi kebutuhan air itu di mana-mana, terutama di daerah tandus dan gersang. Maka tidak mengherankan kalau air sering kali dijadikan lambang kehidupan. Manusia ingin menikmati kehidupan ini. Ia haus akan hal itu seperti orang di padang gurun yang mendambakan air segar.

Manusia selalu menjadi lapar dan haus. Tetapi ia masih juga mempunyai harapan dan keinginan lain, yang sering saling bertentangan. Kristus datang memenuhi permohonan hidup dan keselamatan. Tetapi baru saja kekuasaan akan kebenaran, kebebasan, keadilan dan cinta kasih dipenuhi, sudah diajukan lagi tuntutan-tuntutan baru. Baptis membuka sumber iman bagi kita. Kehaus-an kita akan Tuhan dapat kita puaskan di situ. Bila sumber iman itu merupakan kenyataan dalam masyarakat kita, maka kita akan dapat menarik orang lain untuk ikut membina dari sumber air kehidupan.

Antifon Pembukaan –bdk. Mazmur 25:15-16

Mataku tetap terarah kepada Tuhan sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jerat. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku sebab sebatang kara dan celakalah aku.

Pengantar

Untuk Minggu Prapaskah ketiga arah renungan akan membawa kita semua kepada permenungan makna pembabtisan. Sebagaimana para calon baptis dipersiapkan untuk pembaptisan, demikian pula kini kita diajak mendalami martabat kita sebagai orang yang disatukan dalam Kristus oleh karena pembaptisan yang kita terima.Melalui air baptis, kita semua disucikan dari dosa dan dianugerahi hidup baru dalam Kristus. Manusia lama kita ikut mati bersama wafat Kristus, dan kita diberi hidup baru melalui kebangkitan Kristus. Kristuslah sumber air hidup. Semoga kita merasakan disegarkan lagi dalam menghayati pelaksanaan janji baptis kita.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, umat di bawah pimpinan Musa yang menggerutu telah diberi air sebagai sarana keselamatan mereka.
Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau telah menjanjikan air kehidupan kepada wanita Samaria asalkan ia mau bertobat. Kristus, kasihanilah kami.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau akan memberi air pembaptisan yang mendatangkan rahmat Ilahi kepada siapa pun yang mau menerimanya.
Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah kita berdoa. (hening sejenak)
Ya Allah Yang Maharahim dan sumber segala kebaikan,
Engkau telah menyatakan bahwa dosa dapat diampuni
dengan puasa, doa, dan amal kasih.
Sudilah memandang kami, ciptaan-Mu yang rapuh.
Semoga belas kasih-Mu senantiasa mengangkat kami kembali
ketika kami tertunduk karena menyadari kesalahan kami.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus,
hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin

Bacaan Pertama – Kel. 17:3-7
Allah membiarkan umat-Nya kekurangan air supaya mereka mau mengambil sikap tegas untuk bersandar penuh kepada Dia. Kekurangan air di padang gurun merupakan hal yang wajar, namun menghadapi kenyataan itu bangsa Israel selalu bebal hatinya. Mereka selalu tidak percaya akan pertolongan Allah, padahal di masa lalu telah terjadi banyak pertolongan Allah dalam hidup mereka. Mereka berperilaku bukan sebagai umat beriman. Banyak orang di zaman sekarang ini mengalami kekeringan dan kehausan rohani yang membuat mereka tidak mampu melihat Tuhan yang mampu menyegarkan.

Pembacaan dari Kitab Keluaran:

“Berikanlah air kepada kami supaya kami dapat minum.”

Sekali peristiwa, setelah Bangsa Israel melewati padang gurun Sin, dan berkemah di Rafidim, kehausanlah mereka di sana. Maka, bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata, “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir untuk membunuh kami, anak-anak dan ternak kami dengan kehausan?” Lalu. berseru-serulah Musa kepada Tuhan, katanya, “Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!” Maka, berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Berjalanlah di depan bangsa itu, dan bawalah serta beberapa orang dari antara tua-tua Israel, bawalah juga tongkatmu yang kaupakai memukul Sungai Nil, dan pergilah. Maka, Aku akan berdiri di sana di depanmu atas gunung batu di Horeb; pukullah gunung batu itu, dari dalamnya akan keluar air sehingga bangsa itu dapat minum. Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. Maka, dinamailah tempat itu Masa dan Meriba oleh karena orang Israel telah bertengkar, dan oleh karena mereka telah telah mencobai Tuhan dengan mengatakan, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita?”

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mzm. 95:1-2.6-7.8-9; Ref:lih.8

Ref. Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalanmu.

Mazmur:
 1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersoraklah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
 2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab, Dialah Allah kita; kita ini umat-Nya gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
 3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan Kedua – Rm. 5:1-2.5-8
Damai sejahtera Allah dapat dialami oleh manusia berkat pengorbanan Kristus. Kasih Allah itu terus-menerus dicurahkan dalam hati manusia oleh Roh Kudus. Kasih setia Allah yang tak terbatas itulah yang, memampukan manusia mampu terus berpengharapan dan menyembah Allah.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

“Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

Saudara-saudara, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia, kita juga beroleh jalan masuk ke dalam kasih, karunia Allah. Di dalam kasih karunia ini, kita berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan, pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab, tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar, tetapi mungkin untuk orang yang baik, ada orang yang berani mati. Tetapi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL — Yoh. 4:42.15

S: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.
S: Tuhan, Engkau benar-benar Juru Selamat dunia. Berilah aku air hidup supaya aku tidak haus lagi.
U: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.

Bacaan Injil – Yoh. 4:5-42 atau singkat Yoh. 4:5-15.19b-26.39a.40-42
Yesus mengajak rakyat untuk bertobat kepada Tuhan, sebab hari pengadilan sudah mendekat (12,35-59). Diingatkan oleh-Nya dua kejadian yang masih hangat, dan ditunjukkan-Nya, bahwa setiap orang diundang untuk bertobat, bila ingin bebas dari pengadilan. Dengan maksud yang sama –menekankan ancaman kepada rakyat yang tak setia –diceritakan perumpamaan pohon yang tak berbuah. Ia mengajak agar semua menghasilkan buah pertobatan. Tetapi dari Bapa diperoleh-Nya batas waktu untuk bertobat, sehingga setiap pendosa akhirnya dapat memperoleh keselamatan, yang ditawarkan kepadanya di dalam Gereja.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

“Mata air yang memancar sampai ke hidup yang kekal.”

Sekali peristiwa, sampailah Yesus ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar, dekat tanah yang dahulu diberikan Yakub kepada anaknya, Yusuf. Di situ, terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air, Kata Yesus kepadanya, “Berilah Aku minum!” Sebab, murid-murid Yesus telah pergi ke kota untuk membeli makanan. Maka, kata perempuan Samaria itu kepada-Nya, “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Maklumlah, orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Jawab Yesus kepadanya, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu ‘Berilah Aku minum’, niscaya engkau telah meminta kepada-Nya, dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” Kata perempuan itu kepada-Nya, “Tuhan Engkau tidak punya timba, dan sumur itu amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan ia sendiri telah minum dari dalamnya, ia beserta anak-anak dan ternaknya?” Jawab Yesus kepadanya, “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi. Tetapi, barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya, air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai ke hidup yang kekal.” Kata perempuan itu kepada-Nya, “Tuhan, berilah aku air itu supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, panggillah suamimu dan datanglah ke sini.” Kata perempuan itu, “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya, “Tepat katamu bahwa engkau tidak mempunyai suami sebab engkau sudah mempunyai lima suami, dan yang sekarang ada padamu pun bukanlah suamimu. Dalam hal ini, engkau berkata benar.” Kata perempuan itu kepada Yesus, “Tuhan, nyata sekarang kepadaku bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi Kamu katakan bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kata Yesus kepadanya, “Percayalah kepada-Ku hai perempuan, saatnya akan tiba bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini, bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, tetapi kami menyembah yang kami kenal sebab keselamatan datang dari Bangsa Yahudi. Tetapi, saatnya akan datang dan sudah datang sekarang, bahwa para penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah yang demikian. Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran.” Jawab perempuan itu, “Aku tahu bahwa Mesias, yang disebut juga Kristus, akan datang; apabila datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya, “Akulah Dia, yang sedang bercakap-cakap dengan engkau!” Pada waktu itu, datanglah murid-murid Yesus dan mereka heran bahwa Yesus sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi, tidak seorang pun berkata, “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?” Sementara itu, perempuan tadi meninggalkan tempayannya di situ, lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ, “Mari lihat! Di sana, ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia itu Kristus?” Maka, mereka pun meninggalkan kota, lalu datang kepada Yesus. Sementara itu, murid-murid mengajak Yesus, katanya, “Rabi, makanlah!” Akan tetapi, Yesus berkata kepada mereka, “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.” Maka, murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain, “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?” Kata Yesus kepada mereka, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan ‘Empat bulan lagi tibalah musim menuai’? Tetapi, Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu, dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya, dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab, dalam hal ini, benarlah peribahasa ‘Yang seorang menabur dan yang lain menuai’. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan. Orang-orang lain berusaha, dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.” Banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada Yesus karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi, “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya supaya Yesus tinggal pada mereka; dan Yesus pun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan, lebih banyak orang lagi yang menjadi percaya karena perkataan Yesus, dan mereka berkata kepada perempuan itu, “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan sebab kami sendiri telah mendengar Dia, dan kami tahu bahwa Dia benar-benar Juru Selamat dunia.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.

Doa Umat

Marilah kita dalam roh dan kebenaran berdoa kepada Allah Bapa kita, sumber segala kehidupan.

Bagi Gereja Allah.
Semoga Gereja Allah jangan sampai mengecewakan orang yang mendambakan hidup sejati, melainkan mengantarnya kepada Kristus, jalan, kebenaran, dan kehidupan.
Marilah kita berdoa kepada-Nya..
U Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L Bagi masyarakat kita.
Semoga Allah mencurahkan Roh-Nya kepada masyarakat kita agar dalam setiap langkah hidup ini, kita selalu terarah kepada Yesus Kristus: jalan, kebenaran, dan kehidupan.
Marilah kita berdoa kepada-Nya…
U Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L Bagi mereka yang mau meninggalkan Gereja.
Semoga mereka yang mau meninggalkan Gereja Allah mengalami keterbukaan hati dan merasa tertarik untuk kembali dengan menyaksikan usaha-usaha kita yang jujur dalam hidup sesuai semangat Kristus.
Marilah kita berdoa kepada-Nya….
U Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L Bagi kita di sekitar sumber hidup sejati.
Semoga kita selalu sadar akan kehendak Yesus, yang mengutus kita melanjutkan dan menyelesaikan karya-Nya.
Marilah kita berdoa kepada-Nya….
U Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L Allah Bapa Yang Maharahim, sengsara dan wafat Kristus merupakan bukti cinta kasih-Mu kepada kami. Perkenankanlah kami hidup sesuai dengan semangat-Nya. Maka, setiap hari kami akan memberi kesaksian atas cinta kasih sejati, sekarang dan sepanjang masa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.

Doa Persembahan

Ya Allah, semoga dengan kurban ini Engkau berkenan
membantu kami agar kami bersedia mengampuni saudara-saudari kami
sebagaimana kami sendiri mengharapkan pengampunan
atas kesalahan-kesalahan kami.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Prefasi                               Perempuan Samaria

Sungguh layak dan sepantasnya bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal: dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Ketika Ia minta minum dari perempuan Samaria, Ia sudah menumbuhkan karunia iman dalam diri perempuan itu. Ia berkenan membangkitkan kehausan iman akan diri-Nya begitu kuat sehingga berkobarlah api kasih Ilahi dalam diri perempuan itu. Dari sebab itu, kami pun bersyukur kepada-Mu, dan bersama para Malaikat mewartakan Kekuatan-Mu dengan bernyanyi/berseru:

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan…

Antifon Komuni – Yoh. 4:13-14

* Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, Sabda Tuhan, dalam dirinya air itu akan menjadi mata air, yang terus-menerus memancar sampai ke hidup yang kekal.

Doa Sesudah Komuni

Marilah kita berdoa.
Ya Allah, kami telah dipuaskan dengan roti surgawi
dan menerima jaminan hidup abadi
meskipun kami masih berada di dunia ini.
Dengan bersujud, kami mohon kepada-Mu
agar sakramen yang kami terima mendapat kepenuhannya
dalam kesaksian hidup kami.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

U Amin.

Renungan Hari ini: PERTOBATAN WANITA SAMARIA (Renungan Minggu Prapaskah III-a, 19 Maret 2017)… Klik disini!!

Renungan: AIR SUMBER KEHIDUPAN (Renungan Minggu Prapaskah III-a, 19 Maret 2017 Oleh Fr. John Mezer Manullang)… Klik disini!!

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply