SABTU BIASA XXXIII, 19 November 2016

Antifon Pembukaan – Mazmur 144:1

 Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku,
Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang.

Pengantar

Pengikut-pengikut pun tiada lain akhir hidupnya. Maut pasti datang. Tetapi mereka mengharapkan hidup di seberang maut. Sebagaimana Yesus menerjang maut mencapai hidup sejati, demikian pula mereka mengharapkan berkat daya kekuatan-Nya dapat ikut serta dalam hidup yang sama. Bagaimana bentuknya kita tidak tahu. Hubungan kita dengan Bapa dan antarkita sendiri akan dimahkotai dalam Kristus.

Doa Pembukaan

 Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang mahasempurna,
manusia dan ciptaan lainnya Kaukehendaki disempurnakan
oleh Roh-Mu yang telah kaujanjikan.
Semoga kami terbuka menerima daya hidup kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu

Bacaan Pertama – Wahyu 11:4-12
Hidup sesudah yang kita alami sekarang ini akan bagaimana jadinya, selalu sejak zaman dulu menjadi persoalan. Banyak yang tidak percaya bahwa masih ada kelanjutannya. Para nabi yang dengan setia menjalankan tugas, dibunuh. Tetapi Yohanes menganggap bahwa kebangkitan dari maut menjadi lambang hidup baru.

“Kedua nabi itu telah merupakan siksaan
bagi semua orang yang diam di atas bumi.”

Pembacaan dari dari Kitab Wahyu:
Aku, Yohanes, mendengar suatu suara yang berkata, “Lihatlah kedua saksiku ini. Mereka itulah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Jika ada orang yang hendak menyakiti keduanya keluarlah api dari mulut mereka dan menghanguskan semua musuh mereka. Jika ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara demikian. Kedua saksi itu mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat. Dimilikinya pula kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali dikehendakinya.

Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksiannya, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku, bahasa dan kaum melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak akan memperbolehkan mayat itu dikubur. Dan para penduduk bumi akan bergembira dan bersukacita atas kedua saksi itu. Mereka akan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

Tetapi tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam kedua orang itu, sehingga mereka bangkit. Semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu akan mendengar suara yang nyaring dari surga berkata kepada mereka, “Naiklah ke mari!” Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 144:1.2.9-10

Ref: Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!

Mazmur:
 Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!
Ia mengajar tanganku bertempur,
Ia melatih jari-jariku berperang!

 Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku,
kota bentengku dan penyelamatku;
Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung!
Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

 Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu;
dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur.
Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja,
dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL 2Tim 1:10b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut
dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 20:27-40
Para Saduki berusaha agar pendapat Yesus tentang kebangkitan badan ditertawakan orang, dengan mengajukan soal yang tak mungkin terjadi. Tetapi Yesus menjawab, bahwa salahlah dasar persoalan atau gambarannya. Dunia kebangkitan dari maut itu sama sekali lain. Bila orang menangkap ajaran Musa, tentulah mengerti, bahwa perjanjian Allah itu menerobos maut.

“Allah bukanlah Allah orang mati,
melainkan Allah orang hidup.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas:
Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini: ‘Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’ Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

Berkatalah Yesus kepada mereka, “Orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semakduri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup.”

Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.” Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa Raja damai,
semoga roti anggur ini Kauberkati
menjadi lambang keselamatan kami.
Semoga roti anggur ini menjaga kami
dan menjadi pedoman kedamaian dalam keadaan apa pun
berkat Yesus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Lukas 20:37.38

 Musa menyebut Tuhan Allah Abraham, Allah Ishak,
dan Allah Yakub.
Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,
sebab di hadapan Dia semua orang hidup.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga,
kami bersyukur atas Roh Putra-Mu,
yang dilimpahkan kepada kami,
bila kami berkumpul mengikuti perjamuan.
Semoga daya kekuatan hidup yang pokok itu
jangan sampai meninggalkan kami.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.


Renungan hari ini: ALLAH ORANG HIDUP (Renungan SABTU BIASA XXXIII, 19 November 2016 Fr. Jon Mezer Manullang)…. Klik di sini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply