Temu Pastoral Para Uskup Regio Sumatera dengan Pimpinan Tarekat Religius tahun 2025
PADANG - Keuskupan Sibolga kali ini menjadi tuan rumah untuk acara Temu Pastoral Para Uskup dengan Pimpinan Tarekat Religius tahun 2025. Acara ini berlangsung selama 4 hari. Temu Pastoral ini dihadiri oleh Keuskupan Regio Sumatera yang terdiri dari Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Sibolga, Keuskupan Padang, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Tanjung Karang dan Keuskupan Pangkal Pinang.
Dok. Pribadi
Pada temu pastoral kali ini mengangkat tema tentang "Gereja Katolik Regio Sumatera yang berjalan bersama menghadapi tantangan dunia". Semangat solidaritas yang digaungkan oleh Gereja Universal melalui Sinode Gereja Universal diharapkan menjadi roh. Gereja Katolik regio Sumatera berjalan bersama dalam sejarah meretas tata nilai baru dalam kehidupan di tengah masyarakat di wilayah Sumatera. Ada banyak persoalan yang dihadapi oleh masyarakat yang secara khas menjadi bagian kehidupan kita.
Dok. Pribadi
Salah satu hal yang dibahas oleh Rm. Ferry Sutrisna Wijaya, Pr dalam pertemuan kali ini mengenai lingkungan, dimana Gereja Katolik secara Universal melalui Ensiklik "Laudato Si" mengajak semua penduduk untuk merawat lingkungan dan mencintai alam. Mengingat masih banyak kerusakan alam yang terjadi di wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Temu pastoral kali ini juga mengundang Mgr. Antonius Subiyanto, OSC Selaku ketua KWI sekaligus Peserta Sidang Para Uskup dalam Sinode Gereja Universal di Roma. dan beberapa pemateri lainnya seperti Bp. Januar Nugroho selaku pengamat politik, kemudian Rm. Chrisanctus Pascalis Saturnus Esong seorang imam dari Keuskupan Pangkal Pinang yang sudah lama memberikan pendampingan kepada korban-korban TPPO dan beberapa pemateri lainnya.
Dok. Pribadi
Kiranya dari Pertemuan pastoral kali ini, semakin menyatukan semangat kerjasama yang sudah terbentuk dan akan terus ditingkatkan menjadi suatu karya besar gereja dengan semangat Sinodalitas "Berjalan Bersama" menjawab berbagai tantangan di keuskupan masing-masing demi pelayanan dan kemajuan Gereja Katolik.


