Home / Liturgi / MINGGU BIASA XXX/c, 23 Oktober 2016 (HARI MINGGU MISI KE-90)

MINGGU BIASA XXX/c, 23 Oktober 2016 (HARI MINGGU MISI KE-90)

Menghayati Ekaristi dalam Hidup dan Menghayati Hidup dalam Ekaristi

Tentu menjengkelkan bila ada seorang pekerja yang terlalu membanggakan dirinya sebagai pekerja yang tertib kerja cermat, tanpa cacad, selalu tepat waktu, tak pernah terlambat dan cenderung merendahkan pekerja yang lain. Biasanya kebanyakan orang akan cenderung menolak untuk meminta bantuan dari orang tersebut dan cenderung meminta dari mereka yang berkekurangan namun memiliki keikhlasan untuk membantu.
Dalam perjalanan sejarah tampak bahwa Tuhan lebih suka memilih orang-orang lemah, agar tak ada orang yang menyombongkan dirinya di hadapan-Nya (1 Kor 1:28). Ajaran ini masih tetap aktuil. Kita cenderung untuk menghitung-hitung jasa-jasa kita, supaya berdasarkan itu dapat menghakimi orang lain dan mendapatkan balas jasa bagi diri kita. Tetapi kita hanya dapt berbuat baik, kalau Tuhan memberikannya kepada kita. Doa rendah hati dan jujur membuka hati kita. Semakin orang mengenal dan mencintai Tuhan, semakin ia sadar akan dosa-dosanya dan memohon belas kasihan Tuhan.

Antifon Pembukaan — Mzm. 105:3-4

Bersukacitalah, hai orang yang mencari Tuhan! Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya!

Pengantar

Kristus adalah sumber kekuatan dalam memberitakan Injil. Ia memperhatikan doa orang yang dengan sebulat hati berbakti kepada Allah, dalam perasaan ketidakpantasan dengan hanya mengandalkan belas kasih Allah sendiri. Kadang-kadang kita tergoda untuk memperlihatkan jasa-jasa kita di hadapan Allah. Dalam doa yang muncul justru hal-hal yang baik yang telah diperjuangkan. Namun, bukan itu yang berkenan. Kalau kita bisa berbuat baik karena Tuhan lebih dulu telah berbuat baik kepada kita. Tak ada lain yang bisa dibuat kecuali hanya bersyukur atas kebaikan Allah itu.

Seruan Tobat (lihat cara 3-1 atau cara 2-1 TPE)

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Ya Allah, Engkau senantiasa mendengarkan orang yang berseru kepada-Mu dengan penuh iman dan kerendahan hati.
Jauhkanlah kami dari sikap sombong yang justru membuat kami tidak terbuka akan rahmat-Mu,
tetapi ajarilah kami kerendahan hati untuk mengakui kelemahan kami dan mengandalkan diri pada-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa,
Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama –Sir 35:12-14.16-18
Tuhan memperhatikan doa orang yang dengan sebulat hati berbakti kepada-Nya. Doa yang disampaikan dengan tulus dan sepenuh hati, pasti akan diindahkan oleh Tuhan. Tuhan selalu memperhatikan suka duka umat-Nya. Anugerah Tuhan dilimpahkan kepada siapa saja tanpa menghitung-hitung prestasi atau jasa-jasanya.

“Doa orang miskin menembusi awan”

Pembacaan dari Kitab Putra Sirakh:
Tuhan adalah Hakim yang tidak memihak, Ia tidak memihak dalam perkara orang miskin, tetapi doa orang yang terjepit didengarkan-Nya. Jeritan yatim piatu tidak Ia abaikan, demikian pula jeritan janda yang mencurahkan permohonannya. Tuhan berkenan kepada siapa saja yang dengan sebulat hati berbakti kepada-Nya, dan doanya naik sampai ke a wan. Doa orang miskin menembusi awan, dan ia tidak akan terhibur sebelum mencapai tujuannya. Ia tidak berhenti sebelum Yang Mahatinggi memandangnya, sebelum Yang Mahatinggi memberikan hak kepada orang benar dan menjalankan pengadilan.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.

Mazmur 34:2-3.17-18.19.23; R: 7a.
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
3. Tuhan itu dekat kepada orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bacaan Kedua – 2 Timotius 4:6-8.16-18
Paulus menegaskan kualitas baktinya kepada Tuhan. Ia menceritakan ringkasan riwayat hidupnya. Ia telah berbakti kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan penuh kegigihan bagai seorang olahragawan yang bertanding mati-matian sampai titik darah penghabisan. Ia bertanding tidak asal bertanding. Ia telah mempertaruhkan segalanya demi Kristus. Dan, Paulus mengakui bahwa semangat perjuangan tiada lain berasal dari Kristus yang setia mendampingi dirinya. Menurut Paulus, Kristuslah pemberi kekuatan dalam memberitakan Injil.

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran.”

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius:
Saudaraku terkasih, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan, dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada harinya; bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak ada seorang pun yang membantu aku; semuanya meninggalkan aku. Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka. Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di surga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – 2Kor 5:19

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dan mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 18:9-14
Motivasi amat menentukan arti dari sebuah perjuangan. Orang Farisi memang banyak berdoa dan membantu sesamanya, namun itu dilakukan untuk menyombongkan diri dan malah merendahkan sesamanya. Doanya menjadi pamer diri. Sedangkan pemungut cukai menyadari akan kejahatannya. Ia sadar bahwa telah merugikan sesamanya. Ia tidak mampu berbuat apa-apa lagi, kecuali merasa tidak pantas dan hanya mengandalkan belas kasih Allah. Baginya, Allah adalah satu-satunya pribadi yang pasti masih berkenan menerima dan membebaskan dirinya dari kerusakan hidupnya. Dalam kebobrokan itu, ia percaya kepada Tuhan. Sikap pemungut cukai inilah yang dibenarkan di hadapan Allah.

“Pemungut cukai ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedang orang Farisi itu tidak.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang satu adalah orang Farisi, dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain; aku bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan juga seperti pemungut cukai ini! Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedang orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Marilah berdoa kepada Bapa kita di surga, yang mendengarkan seruan orang-orang yang hina. Marilah kita berdoa kepada-Nya:

Bagi Gereja, Umat yang diselamatkan oleh kasih Allah.
Ya Bapa, semoga Gereja tidak menolak atau menjauhkan diri dari siapa pun juga karena sikap kami yang sombong.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi pemimpin bangsa-bangsa danpara pegawai pemerintah.
Ya Bapa, semoga mereka meneladan Allah sendiri dengan memberi perhatian khusus kepada orang-orang miskin dan yang terpinggirkan.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang berkecukupan dalam hal harta benda atau dalam hal bakat-bakat yang dianugerahkan Tuhan.
Ya Bapa, semoga mereka tidak meremehkan sesama yang kurang beruntung, tetapi memakai kekayaan serta bakat-bakat mereka, demi perkembangan serta pembangunan bangsa dan negara kami.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi kita masing-masing yang hadir di sini.
Ya Bapa, semoga kami semua menyadari bahwa sebenarnya kami amat miskin di hadapan Bapa dan di hadapan saudara-saudari kami; semoga hati kami terbuka untuk memperbaharui diri dengan bertobat terus-menerus.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Tuhan, Allah kami, kami harus mengakui bahwa kata-kata bagus tidak berarti jika tidak muncul dari hati yang bersahaja dan jujur. Bantulah kami agar perbuatan kami sama dengan kata-kata kami, dan hidup kami sama dengan doa kami. Kami percaya doa-doa kami pasti Kaudengarkan karena Yesus Kristus, Tuhan kami.
Amin.

Doa Persembahan

Ya Allah,
terimalah persembahan kami ini
dan semoga Engkau berkenan menunjukkan belas kasih-Mu kepada kami yang berdosa ini.
Perkenankanlah kami mengalami buah karya penebusan Putra-Mu yang kami kenangkan ini.
Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni – Mazm. 20:6

Kami akan bersorak-sorai karena karya keselamatan-Mu.
Kami akan bergembira dalam nama Allah kita.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur atas kehadiran Putra-mu yang menyediakan mahkota keselamatan bagi kami.
Semoga kami bertekun untuk saling bekerja sama mewujudkan karya keselamatan-Mu terutama bagi sesama kami yang lemah, miskin dan menderita.
Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami.
Amin

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK MINGGU MISI SEDUNIA KE-90, 23 Oktober 2016: GEREJA MISIONER, SAKSI KERAHIMAN.

Renungan Hari ini:
– Jangan Sombong di Hadapan Allah (Renungan Minggu Biasa XXX, 23 Oktober 2016)…Klik di sini!!

– Tuhan Mendengarkan Doa Orang Beriman (Renungan Hari Minggu Biasa XXX Oleh Fr. Benediktus Bagus Hanggoro)…Klik di sini!!

About

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *