Home / Berita / Peziarahan Kehidupan (Renungan RABU 2 November 2016: Peringatan Arwah Semua Orang Beriman Oleh Fr. Bonar Sinabariba)

Peziarahan Kehidupan (Renungan RABU 2 November 2016: Peringatan Arwah Semua Orang Beriman Oleh Fr. Bonar Sinabariba)

2 November 2016 – HR Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
2Mak 12:43-46; 1Kor 15:12-34; Yoh 6:37-40.

“Supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”

Seperti seks, kematian begitu tabu untuk dibicarakan. Ada alasan ketakutan, kecemasan, kekecewaan, atau trauma bila kita memulai pembicaraan soal kematian. Ada paradoks dalam kematian. Ada kepastian: bahwa siapapun akan mati. Ada ketidakpastian: bahwa tidak satu orang pun yang tahu siapa, kapan, di mana, dan bagaimana seseorang akan mati. Tidak sedikit yang mengartikan kematian itu seperti bayangan yang menghantui kehidupan. Senada dengan ini, seorang filsuf Jerman, Martin Heidegger (1889–1976) berkata, “Sein zum tode”, yang artinya bahwa manusia “ada menuju kematian.”

Hari ini Gereja merayakan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Di banyak tempat, ada yang mengadakan ziarah ke makam saudara/i, sanak keluarga, dan sahabat yang telah berpulang guna mengenang dan mendoakan mereka. Ada yang mengadakan misa arwah di rumah atau doa bersama. Pelbagai kegiatan rohani ini diadakan dalam momen All Souls’ Day ini. Tidaklah salah menggunakan momen ini untuk membaharui kembali penghayatan kita akan kematian. Untuk apa? Agar kita mampu menghayati hidup.

Bagi kita orang-orang Katolik, kematian bukanlah akhir segala-galanya. Kematian dan kebangkitan Kristus telah membaharui arti kematian kita sama sekali. Karena Kristus, kematian bukan lagi akhir definitif, melainkan pintu dan jembatan menuju Bapa. Karena Kristus, kematian bukan lagi ketakutan dan keputusasaan, melainkan pengharapan. Karena Kristus, kematian bukan lagi kesudahan, melainkan jalan menuju kebangkitan. Karena Kristus, kita pun memahami, tak ada kebangkitan tanpa kematian.

Pemahaman dan penghayatan akan kematian yang sedemikian, kiranya dapat membantu kita untuk memahami arti hidup kita lebih baik. Hidup bukan lagi kesempatan bersenang-senang belaka, melainkan peziarahan menuju “hidup yang lebih hidup”, yakni hidup kekal bersama Tuhan, sebagaimana dijanjikan Kristus bagi siapa yang percaya kepada-Nya. Bersama doa-doa kita bagi para arwah, semoga kita juga berdoa untuk diri kita sendiri agar diinsafkan akan arti hidup kita sendiri dan dimampukan untuk menjalaninya dengan lebih baik. (Fr. Bonar Sinabariba)

Liturgi Hari ini: RABU 2 November 2016: Peringatan Arwah Semua Orang Beriman… Klik di sini!!

About

Check Also

Ekaristi Kamis, 1 November 2018: HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS

Menghayati Ekaristi Dalam gurauan harian, adakalanya kita menjuluki seseorang dengan sebutan ”orang kudus”. Biasanya seseorang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *