Home / Liturgi / Rabu, 21 DESEMBER 2016

Rabu, 21 DESEMBER 2016

Antifon Pembukaan – lih. Yesaya 7:14; 8:10

 Tuhan, Raja Agung akan tiba dengan segera.
Ia akan dinamai Emanuel: Allah-Beserta-Kita.

Pengantar

Terpilih untuk pengabdian! Demikianlah kira-kira hidup Bunda Maria. Kebahagiaan atas panggilannya tidak disimpannya dalam lubuk hatinya, tetapi dibagikannya kepada saudarinya, Elisabet. Dan Elisabet, karena Roh Kudus, dapat melihat rahasia apa yang tersimpan dalam hati Bunda Maria. Bacaan pertama menggambarkan dalam bahasa pujangga misteri penjelmaan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa maha penyayang,
dengarkanlah dengan rela doa umat-Mu.
Kami bergembira karena kedatangan Putra-Mu
sebagai manusia lemah.
Semoga kami umat-Mu
kelak memperoleh hidup abadi
karena kedatangan-Nya sebagai penguasa mulia.
Sebab Dialah ….

Bacaan Pertama – Kidung Agung 2:8-14
Cinta kasih Allah kepada kita melebihi cinta kasih suami istri. Penjelmaan Allah Putra membuka kesempatan bermacam-macam. Semuanya itu dilukiskan oleh Kitab Kidung Agung.

“Lihatlah, kekasihku datang, melompat-lompat di perbukitan.”

Pembacaan dari Kidung Agung:
Dengarlah! Itulah kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung, meloncat-loncat di atas perbukitan. Kekasihku itu laksana kijang atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap, dan melihat dari kisi-kisi.

Kekasihku angkat bicara, katanya kepadaku, “Bangunlah, Manisku! Jelitaku, marilah! Lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah berlalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah sudah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pokok anggur semerbak baunya. Bangunlah, Manisku! Jelitaku, marilah! Merpatiku di celah-celah batu, dalam persembunyian di lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab suaramu sungguh merdu, dan jelita nian parasmu!”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Atau bacaan lain : Zefanya 3: 14-18a
Nabi Zefanya mengajak kita bersukacita, sebab Tuhan sudah berada di tengah kita dan selalu beserta kita. Siapakah yang akan berdukacita bila Tuhan mendampingi kita? Penderitaan apakah yang akan mengacaukan kita?

“Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu.”

Pembacaan dari Kitab Nubuat Zefanya:
Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lunglai. Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 33:2-3.11-12.20-21

Ref: Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar!
Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru!

Masmur:
 Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi,
bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru;
petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai.

 Rencana Tuhan tetap selama-lamanya,
rancangan hati-Nya turun-temurun.
Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,
suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!

 Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan,
Dialah penolong dan perisai kita.
Ya, karena Dia hati kita bersukacita,
sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

BAIT PENGANTAR INJIL

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: O Imanuel, Engkau raja dan pemberi hukum.
Datanglah dan selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 1: 39-45
Perawan Maria mengunjungi Elisabet dan Elisabet penuh dengan Roh Kudus menyambutnya. Inilah kesaksian iman akan tanda heran yang sedang dialaminya. “Siapakah aku ini, maka Ibunda Tuhanku berkenan melawati aku?”

“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa mahakuasa,
sudilah menerima roti anggur
yang dapat kami unjukkan berkat belas kasih-Mu.
Semoga Kauubah dengan kuasa-Mu
menjadi tanda keselamatan kami.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Lukas 1:45

 Berbahagialah engkau, Maria,
sebab Engkau percaya bahwa akan terlaksana
apa yang disampaikan Tuhan kepadamu.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa Yang Mahakudus,
kiranya sakramen ilahi yang telah kami terima
tetap melindungi umat-Mu.
Semoga kami takluk kepada-Mu dengan tulus ikhlas,
serta memperoleh keselamatan lahir batin yang berlimpah.
Demi Kristus, ….

About

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *