Dipanggil Sama Dengan Diutus (Renungan Jumat, 20 Januari 2017 Oleh Fr. Jon Mezer Manullang)

Jumat, 20 Januari 2017

Bce: Ibr 8:6-13; Mzm 85:8.10.11-12.13-14; Mrk 3:13-19 (Hijau)

Dipanggil= Diutus

Saudara-saudari seiman panggilan menjadi murid adalah suatu tuntunan dan tuntutan yang harus dimiliki setiap murid yang mengikuiNya. Dalam bacaan Injil hari ini menceritakan tentang Yesus yang memilih para murid. Tujuan Yesus memilih kedua belas muridNya pertama-tama bukan untuk menggantikan peranNya, tetapi untuk mrnjadi saksi. Para murid yang dipanggil oleh Yesus (yang dikehendakiNya) untuk menyertai Dia dan memberitakan Injil. Dua belas murid yang dipilih oleh Yesus mewakili ke dua belas suku Israel.

Yesus memanggil yang dikehendakiNya (teleon) dengan memisahkan mereka yang dikehendaki dari keramaian. Nah, Yesus memilih yang dikehendakiNya supaya mengerjakan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Yesus. Salah satunya adalah memberikan kesaksian dan mengusir setan. Untuk bisa sampai pada hal itu para murid dituntut harus punya kuasa. kuasa yang didapatkan adalah harus tinggal di dalam Dia. Yesus memberikan kuasa yang sama saat diriNya mengusir roh jahat.

Saudara-saudari terkasih, kalau kita perhatikan bahwa yang dipilih oleh Yesus untuk menjadi pengikutNya adalah bukan orang-orang yang hebat, tetapi mereka yang dipilh adalah pribadi yang sederhana. Ada yang berprofesi sebagai nelayan, pemungut cukai, dan orang-orang biasa dari kalangan menengah ke bawah. Yesus memanggil mereka karena suatu anugerah atau rahmat cuma-cuma dari Allah.

Maka saudara-saudari terkasih, kita perlu belajar dari para murid bahwa panggilan yang kita terima dan jalani saat ini, entah apa pun itu, itu semua adalah anugerah. Hal ini bukan karena kita kekuatan yang kita miliki sehingga kita bisa seperti sekarang ini. Tetapi karena kasih Allah. Yang dituntut dari kita adalah kita diajak oleh Tuhan untuk menghargai, mensyukuri dan menghidupi setiap rahmat panggilan yang kita miliki dan terima dari Tuhan. Kita dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi saksi warta kabar sukacita. Pewartaan yang paling sederhana dan mulia adalah melalui tindakan kita sehari-hari. Bersaksi melalui tindakan. Jadi, sebagai pengikut-pengikutNya kita diajak oleh Tuhan untuk bertindak dan bertutur kata yang sesuai dengan ajaran iman kita. (Fr. Jon Mezer Manullang)

Liturgi Hari ini: JUMAT BIASA II, 20 JANUARI 2017….Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply