JUMAT 3 JUNI 2016: HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Keprihatianan Allah terhadap domba yang hilang, keprihatinan Yesus terhadap pendosa, masih nampakkah di dalam Gereja? Masih tampakkah Gereja sebagai seorang ibu yang merawat anaknya yang sakit? Dewasa ini begitu banyak tampaknya orang tersesat: para ateis, para materialis dsb. Tetapi Tuhan tidak pernah putus aasa. Tugas kita ialah membawa kabar gembira pengampunan kepada semua orang pribadi demi pribadi.

Antifon Pembukaan –Bdk Mzm 33:11,19

Rancangan Hati-Nya dari angkatan ke angkatan untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup menreka pada masa kelaparan.

Pengantar

Hari ini, kita merayakan Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus. Kesadaran akan kebaikan hati Allah, yang tampak dalam hidup Yesus, lambat laun menumbuhkan pesta ini. Sebagai manusia Ia hidup di antara kita. Dalam kemanusiaan-Nya itu Ia menjadi perantara dan penebus semua orang. Hati menunjuk kepada cinta kasih, keakraban, keramahan, keterbukaan orang. Seperti itulah Hati Yesus Yang Mahakudus. Pada hari raya ini, kita mau bersyukur guna menanggapi cinta kasih Allah, yang telah mendahului menaruh cinta kasih kepada kita.

Seruan Tobat

Hati Yesus, ungkapan cinta kasih Ilahi kepada manusia.
Tuhan, kasihanilah kami.

Hati Yesus, puncak cinta kasih insani kepada Allah.
Kristus, kasihanilah kami.

Hati Yesus, sumber kehidupan dan kesucian.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Yang Mahakuasa,
perkenankanlah kami untuk memuliakan Hati Putra-Mu dan mengenang karya besar cinta kasih-Nya bagi kami.
Jadikanlah kami layak untuk menimba anugerah yang mengalir secara berlimpah dari sumber Ilahi itu.
Dengan pengantaraan Kristus itu juga yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Yehezkiel 34:11-16
Gembala-gembala Israel yang jahat, raja-raja dan para pemimpin lainnya, menuntun rakya menuju kehancuran, karena kelaliman mereka menjadi penghalang rencana Allah. Nabi Yehezkiel berseru kepada mereka itu dan membandingkan kejahatan-kejahatan mereka dengan cita-cita padang pasir, di mana Tuhan memimpin umat-Nya. Sekarang Tuha akan mengambil alih kekuasaan dan membawa umat-Nya ke tempat peristirahatan. Dengan demikian, Almasih akan menjadi tenda perhatian Allah terhadap mereka yang paling hina.

“Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring tenang”.

Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:
Beginilah firman Tuhan, “Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel , di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel . Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6;Ul:1

Ref. Tuhanlah gembalaku, tak’kan kekurangan aku.

Mazmur:
 Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus.
 Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
 Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
 Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan Ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bacaan Kedua – Roma 5:5b-11
Sejak dibaptis kita menjadi tempat kediaman Roh Kudus, sebagai jaminan cinta kasih Allah. Di dalam hati kita, dihidupkan-Nya harapan akan keselamatan. Pada wajah Kristus yang wafat, si pendosa melihat cinta kasih Allah yang tak terbatas.

“Allah melimpahkan kasih-Nya atas kita”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara terkasih, kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Yohanes 10:14

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Akulah gembala yang baik, Sabda Tuha. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 15:3-7
Perumpamaan ini memberi pertanggungjawaban ats sikap Yesus terhadap orang berdosa. Untuk menyelamatkan yang hilang, sang dokter datang. Meski hanya seekor yang tersesat, sang gembala mencarinya dengan meninggalkan yang sembilan pulun sembilan ekor, sebab satu pun amat berharga. Keprihatinan si gembala aalah keprihatinan Allah, yang tak mau kehidlangan satu pun dari umat-Nya. Yesus sendiri juga terlibat: Warta Gembir-Nya adalah warta pengampunan bagi para pendosa. Itulah salah satu sifat Kerajaan Allah. Sukacita si gembala adalah sukacita Allah, bila seorang pendosa mendengarkan seruan Yesus untuk bertobat.

“Bergembiralah bersama dengan aku sebab dombaku yang hilang telah kutermukan”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita, yang telah menampakkan cinta kasih-Nya dalam penjelmaan Putra-Nya yang tunggal.

Bagi paroki kita.
Ya Bapa, bimbinglah umat-Mu di paroki ini agar dalam hidup sehari-hari memberi kesaksian atas cinta kasih Allah kepada masyarakat sekitarnya.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang kesepian di zaman sekarang.
Ya Bapa, semoga mereka yang dihinggapi kekecewaan hidup membuka hati terhadap cinta kasih sesamanya.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang sakit dan cacat.
Ya Bapa, semoga mereka yang sakit dan cacat menyadari betapa besar pengaruh mereka bagi lingkungan mereka dengan sikap optimistis mereka.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi kita di sekitar altar ini.
Ya Bapa, nyalakanlah api cinta kasih-Mu dalam hati kami agar sanggup mempersembahkan pepulih atas dosa kesalahan kami dan sesama.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Allah Bapa Yang Mahabaik, Yesus Putra-Mu adalah warta pengampunan dan pertobatan bagi kami masing-masing dan bersama. Semoga kami tetap menanggapi tawaran dan bimbingan-Nya. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, pandanglah cinta yang tak terperikan dari Hati Putra-Mu yang terkasih,
semoga persembahan yang kami unjukkan ini Engkau terima dan mendatangkan pengampunan atas dosa-dosa kami.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Antifon Komuni – Yohanes 19:34

Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darha dan air.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah, Bapa Yang Berbelaskasih,
kami bersyukur atas santapan suci yang telah kami terima pada Hari Raya Hati Kudus Putra-Mu.
Sucikanlah kami dalam pelayanan dan perjuangan hidup ini, dan semoga kami senantiasa rindu akan tanah air surgawi.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Renungan Hari ini: Memelihara Kehidupan (Renungan JUMAT, 3 JUNI 2016: HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS Oleh Fr. Wolfram Nadeak)…. Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply