MINGGU PASKAH II-A, 19 April 2020 (Minggu Kerahiman Ilahi)

“Pada Minggu Kerahiman Ilahi, setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh. Syaratnya adalah menerima Sakramen Tobat, menerima Sakramen Ekaristi pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi dan berdoa dalam ujud Sri Paus.
Indulgensi pada Minggu Kerahiman Ilahi diumumkan tgl. 29 Juni 2002 dalam Dekrit Penitensiari Apostolik.”

Menghayati Ekaristi dalam Hidup

“Menggereja” adalah suatu istilah yang dewasa ini hangat. Maksudnya ialah agar kita janganlah hidup menyendiri, tetapi menghayati hidup itu sebagai anggota Gereja, keluarga Allah, dengan hak dan kewajibannya kepada sesama anggota. Untuk hidup mengelompok itu beberapa anasir perlua diperhatikan oleh setiap anggota: mau mendengarkan orang lain, terbuka terhadap orang lain, mau tukar pikiran dan pengalaman, dan memberi kepercayaan dalam pelaksanaan tugas-tugas.
Hidup kristen adalah hidup bersama di dalam Gereja. Bersama-sama kita dengarkan sabda Allah dan kesaksian para Rasul. Bersama-sama saling kita saksikan karya Roh dalam diri kita masing-masing dan bersama-sama pula kita saling memperteguh dalam iman (1Kor 112:26). Dan di dalam Gereja, sakramen Kristus dalam arti yang luas, kita lihat kelanjutan karya penyelamatan melalui sakramen-sakramen, tanda-tanda iman kita. Maka karena didorong oleh Roh Kristus, Gereja pergi kepada semua orang ke seluruh pelosok dunia untuk mengajak mereka ikut serta menikmati kadamaian dan kegembiraan sejati.

Antifon Pembukaan –1 Petrus 2:2

Jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu haus akan air susu rohani yang murni supaya olehnya kamu tumbuh dan diselamatkan. Alleluya.

Pengantar

Kita bertemu di sini karena kita percaya akan kebangkitan Kristus. Setiap hari Minggu adalah perayaan kebangkitan, tetapi terlebih pada masa Paskah ini, yang kini disebut Minggu Paskah II, dan seterusnya. Iman dapat membuat orang mampu berkarya besar. Iman memberi arti hidup kita. Namun iman sendiri sering peka dan mudah hancur berantakan. Maka selalu kita harus menggali lebih dalam, dan melalui kesaksian orang lain dan terlebih kesaksian hidup Kristus sendiri, berusaha berkembang dan menghayati secara lebih mendalam. Hari ini kita seperti para murid seminggu sesudah Paskah, mendapat kunjungan Kristus di tengah-tengah kita. Seperti mereka pun kita mendapat tugas untuk menghayati iman atas nama-Nya.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus,
Engkau telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid, agar masing-masing mengambil sikap secara pribadi mengenai iman.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid untuk menganugerahkan kedamaian dan kegembiraan.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid, untuk memperteguh iman, harapan dan cinta kasih.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang mahamulia, Engkau telah memuliakan Putera-Mu terkasih. Berkat Dia kami lahir kembali dengan rahmat ilahi. Dan Ia telah menyampaikan salam perdamaian kepada kami. Kami mohon kepada-Mu, penuhilah kami dengan iman akan kehadiran-Nya. Buatlah kami sehati dan sejiwa, serta tetap tinggal dalam perdamaian-Nya. Sebab Dialah, …
Amin.

Bacaan Pertama – Kisah Para Rasul 2:42-47
Petrus memberi kesaksian bahwa Kristus telah bangkit dan mencurahkan Roh-Nya. Di sini Petrus memberikan gambaran tentang umat muda yang terbentuk iman dan pembaptisan. Kelak masih akan dibicarakannya lagi (4:32-35;5:12-16). Kehidupan umat itu menarik perhatian orang. Para rasul mengerjakan banyak tanda-tanda (2:43) dan segalanya adalah milik bersama (2:44). Hidup Kristen menurut Lukas didasarkan atas ajaran para Rasul, persaudaraan dan liturgi.

Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.”

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Orang-orang yang menjadi percaya dan memberi diri dibaptis bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sementara rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda. Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan sehati tiap-tiap hari mereka berkumpul di Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah-rumah jemaat secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 118:2-4.13-15.22.24; Reff: lih. 1

Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, kar’na baiklah Dia.

Mazmur:
 1. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”
Biarlah kaum Harun berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata,”Kekal abadi kasih setia-Nya!”
 2. Aku di dorong dengan hebat sampai jatuh, tetapi Tuhan menolong aku.
Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar, “Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan.”
 3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Bacaan Kedua – 1 Petrus 1:3-9
Pengikut Kristus menimba kegembiraan hidupnya dari iman akan kebangkitan Kristus.. demikianlah kata pembukaan surat yang ditujukan kepada baptisan baru. Berkat pembaptisan kita menjadi murid-murid Kristus yang telah bangkit dan hidup dengan harapan akan bangkit. Hidup kekal dimulai dengan kegembiraan Paskah. Sebelum dapat memandang Kristus, ia harus mengalami bermacam-macam cobaan dengan penuh cinta kasih dan keuletan, antara lain cobaan-cobaan yang menyertai atau timbul dari kegelapan iman.

Oleh kebangkitan Yesus Kristus, Allah telah melahirkan kita kembali dari antara orang mati kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:
Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Berkat rahmat-Nya yang besar kita telah dilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Kita dilahirkan untuk hidup yang penuh harapan, yaitu untuk menerima warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan tak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kamu. Kuasa Allah telah memelihara kamu karena iman sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia yang akan dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu harus berdukacita sejenak oleh berbagai-bagai pencobaan. Semuanya itu dimaksudkan untuk membuktikan kemurnian imanmu, yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api. Dengan demikian kamu memperoleh pujian-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan tak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL Lukas 24:32

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Yesus bersabda: Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya:
berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 20:19-31
Yesus yang telah terlepas dari ikatan-ikatan duniawi menampakkan diri kepada para murid. Berkat Roh-Nya Ia menganugerahkan kedamaian dan kegembiraan kepada mereka; hal mana selanjutnya harus disampaikan kepada orang lain. Bagi Yohanes kepicikan iman Tomas merupakan kesempatan untuk membawa sidang pembaca ke puncak pewartaannya: atas sabda para Rasul serta penerangan Roh Kudus setiap orang diajak mengambil sikap pribadi mengenai iman. Para saksi mata pun harus berlaku demikian. Selanjutnya setiap orang kristen yang hidup di dalam Gereja, diilhami oleh Roh Kudus agar dapat memahami peristiwa-peristiwa hidup Yesus (Yoh 14:26;16:12).

Delapan hari kemudian Yesus datang.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu itu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus telah bangkit dan bersabda kepada para murid, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kami.” Marilah kita berdoa kepada Bapa yang telah mengutus Putra-Nya demi keselamatan dan damai sejahtera kita.

Bagi para gembala umat beriman.
Semoga gembala umat beriman mempergunakan daya penyembuhan, pengampunan, dan pendamaian yang dipercayakan oleh Yesus kepada mereka untuk mengabdi Umat Allah dan melayani orang-orang yang mencari kebenaran.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang memegang pemerintahan dalam masyarakat kita.
Semoga para pemimpin masyarakat lebih dijiwai semangat kasih dan solidaritas kepada rakyat-Nya terutama yang miskin dan kurang beruntung daripada semangat mencari kepentingan sendiri.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang sedang sakit, menderita, dan mengalami cobaan hidup.
Semoga mereka yang sedang menderita tetap percaya kepada Tuhan, Sang Penyembuh dan Pemberi hidup.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi umat di paroki kita dan di tempat-tempat lain.
Semoga iman kepada Yesus menuntun kita sehingga dapat mempercayai kebaikan orang lain dan dipersatukan dalam cinta kasih-Nya.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Allah Bapa Yang Maharahim, Putra-Mu yang bangkit telah menyatakan belas kasih-Mu. Semoga kerukunan dan cinta kasih di antara kami, menjadi tanda bagi semua orang yang menyaksikan cara hidup kami, bahwa Engkau berbelas kasih kepada siapa pun. Demi Kritus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Allah Bapa Yang Mahakudus, bersama dengan persembahan roti dan anggur ini, kami serahkan hidup kami kepada-Mu. Kami mohon teguhkanlah iman dan harapan kami akan hidup baru berkat kebangkitan Putra-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni – Yoh. 20:27

Ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambung-Ku. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah. Alleluya.

Doa Komuni Bathin St. Alfonsus Liguori
(Didoakan oleh orang yang tidak dapat menyambut Tubuh Tuhan secara nyata kemudian dilanjutkan dengan doa memohon perlindungan dari wabah virus corona)

Yesusku,
aku percaya bahwa Engkau hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu, dan aku merindukan Engkau dalam seluruh jiwaku.
Karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini,
maka datanglah ya Tuhan sekurang-kurangnya secara rohani dalam hatiku,
meskipun Engkau selalu telah datang.
Aku memeluk-Mu dan ingin mempersatukan seluruh diriku seutuhnya dengan-Mu,
dan jangan ijinkan aku terpisah dari-Mu.
Amin.

DOA MEMOHON PERLINDUNGAN DARI WABAH VIRUS CORONA

Terpujilah Engkau Bapa Surgawi, Pencipta Alam Semesta Yang Mahakuasa. Engkau menunjuk kami sebagai penguasa atas semua makhluk hidup dan memberikan kami kuasa kepemilikan atas mereka. Namun dalam banyak hal kami mengecewakan-Mu dan karenanya, kami memohon ampun dari-Mu.
Dalam saat-saat yang mengkhawatirkan ini dengan wabah virus Corona yang mengancam kesehatan dan keberadaan semua orang, kami dengan rendah hati dan penuh keyakinan memohon perlindungan, penyembuhan, dan pemulihan dari-Mu terutama bagi mereka yang telah terkena wabah ini.
Bapa, jagalah keselamatan para petugas kesehatan, mereka yang menghibur orang sakit, semua personel imigrasi dan semua yang dengan berani bertugas mengamankan negara dan dunia dari ancaman virus ini.
Jadilah kehendak-Mu, ya Bapa, ikatlah wabah ini dan singirkanlah penderitaan ini dari kami. Roh Kudus, ubahlah ketakutan kami menjadi kekuatan, ketangguhan dan ketabahan serta bantulah kami menghasilkan buah-buah iman, harapan, amal dan kasih.
Darah Yesus yang mulia, kuduskanlah dunia dari wabah ini.
Hati Kudus Yesus, kasihanilah kami.
Bunda Penolong Abadi, awasi kami dan jadilah perantara kami.
Santo Benediktus dan Santo Rafael, doakanlah kami.
Semua malaikat pelindung kami terangi dan jagalah kami.
Demi nama Yesus yang Mahakudus, kami berdoa.
Amin

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, Engkau hadir di tengah-tengah kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, yang telah bangkit dengan jaya. Semoga, kami selalu menyadari bahwa kini Ia hidup, hadir dan selalu menyertai kami hingga kami mencapai kebahagiaan surgawi yang Kaujanjikan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
Amin

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply