RUPANYA ALLAH TIDAK MAU (JUMAT SESUDAH RABU ABU, 3 Maret 2017, Fr. Bonar Sinabariba)

Jum’at, 3 Maret 2017
Jum’at sesudah Rabu Abu
Yes 58:1-9a; Mat 9:14-15.

RUPANYA ALLAH TAK MAU

Ada banyak cara manusia untuk menunjukkan bahwa dirinya beriman kepada Tuhan. Sejarah mencatat bahwa di Persepolis (sekarang Tehran) dulu pernah dibangun sebuah kuil yang amat megah, indah, dan luar biasa untuk ibadah agama Persia kuno. Di Compostella, Spanyol, dulu pernah dibangun Katedral megah untuk ziarah sekaligus bisnis yang berukuran raksasa. Di Iran, dalam pesta Hasan-Husein selalu diadakan perarakan dengan cambuk hingga darah tertumpah di jalanan. Di Konstantinopel (sekarang Istambul), pernah dibangun gereja terbesar di muka bumi, Hagia Sofia. Biara Benediktines Hof di Vienna, Austria, merupakan salah satu biara teragung dan terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia.

Coba lihat sekarang, apa yang terjadi dengan bangunan-bangunan megah dan ritual yang notabene hendak dipersembahkan kepada Allah itu? Kuil Persepolis kini tinggal puing-puing. Katedral Compostella di Spanyol kini hanya dihuni seorang imam tua yang miskin. Pesta Hasan-Husein yang berdarah itu kini sudah sepi peminatnya. Gereja Hagia Sofia nan megah kini menjadi museum. Sebagain Biara Benediktines Hof kini merupakan gedung pemerintah dan sebagian lain menjadi tempat pacaran muda-mudi. Kesimpulannya ialah: rupanya Allah tidak mau semua itu.

Dalam Yes 58:1-9a, dinyatakan secara jelas apa arti ibadat dan puasa yang sejati yang dituntut Allah dari manusia. Bukan terutama hal-hal lahiriah dan terkesan wow, melainkan tindakan belas kasih yang kepada orang-orang yang menderita dan yang membutuhkan uluran tangan. Seperti orang-orang Farisi, yang menuntut hal-hal lahiriah semata, tanpa memahami maksud hati Allah, kita pun punya kecenderungan yang sama. Hanya akan ada satu jawaban akan ibadah dan usaha kesalehan yang dijalankan dengan hati mendua: Allah tak akan mau.(Fr. Bonar Sinabariba)

Ekaristi Hari ini: JUMAT SESUDAH RABU ABU, 3 Maret 2017….  klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi SABTU XXXI, 7 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 112:5-6  Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman, ia …

Leave a Reply