Ekaristi SELASA BIASA X, 9 JUNI 2020

Antifon Pembukaan – Matius 5:13

 Kalian ini garam dunia.
Jika garam menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan lagi?
Tiada gunanya selain dibuang dan diinjak-injak orang.

Pengantar

Si janda Sarfat memberikan miliknya yang terakhir kepada Nabi Elia, utusan Allah. Habislah sudah semuanya, tinggal harapannya pada Tuhan. Maka ia diganjar dengan rezeki melimpah. Dengan demikian, ia menunjukkan jalan untuk menjadi garam dan cahaya bagi manusia.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa sumber kehidupan sejati,
Engkau menghendaki semua orang menerima rezeki
dan dihidupi oleh sabda Yesus, Sang Nabi Agung.
Kami bersyukur atas semuanya itu,
tetapi memohon, berkenanlah Engkau
menjadi pegangan andalan kami
entah hidup entah mati.
Demi Yesus kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – I Raja-Raja 17:7-16

Elia mengandalkan Tuhan, meski tampaknya perintah-Nya kurang tegas. Dari Lembah Kerit ia diperintahkan ke tempat seorang janda di sarfat. Si janda itu pun mengandalkan Elia sebagai utusan Allah dan mempertaruhkan segala miliknya. Barangsiapa mengandalkan Tuhan, takkan dikecewakan.

Tempat tepungnya tak pernah kosong
sesuai dengan sabda Tuhan yang diucapkan Nabi Elia.

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:

Pada waktu itu Sungai Kerit menjadi kering, sebab hujan tiada turun-turun di negeri itu. Maka datanglah sabda Tuhan kepada Elia, “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.” Maka Elia pun bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat.

Ketika ia tiba di dekat gerbang kota, tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu, “Cobalah, ambilkan daku sedikit air dalam kendi untuk kuminum.” Ketika wanita itu pergi mengambil air, Elia berseru lagi, “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”

Wanita itu menjawab, “Demi Tuhan Allahmu yang hidup, sesungguhnya tiada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, sebentar lagi aku pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Tetapi Elia berkata kepadanya, “Janganlah takut, pulanglah, dan buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil daripadanya, dan bawalah kepadaku; kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah sabda Tuhan Allah Israel, ‘Tepung dalam tempayan itu takkan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun takkan berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas muka bumi.”

Maka pergilah wanita itu, berbuat seperti yang dikatakan oleh Elia. Maka Elia, wanita itu dan anaknya mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sesuai dengan sabda Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 4:2-3.4-5.7-8

Refren: Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan.

Mazmur:
 Apabila aku berseru, jawablah aku,
ya Allah yang membenarkan daku.
Engkau memberi kelegaan kepadaku di saat kesesakan;
kasihanilah aku, dan dengarkanlah doaku!
Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai,
berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia
dan mencari kebohongan?

 Ketahuilah, Tuhan telah memilih bagi-Nya seorang yang Ia kasihi
apabila aku berseru kepada-Nya, Ia mendengarkan.
Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa;
berkata-katalah dalam hati di tempat tidurmu,
tetapi tetaplah tenang.

 Banyak orang berkata,
“Siapa akan memperlihatkan yang baik kepada kita?
Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan!
Engkau telah memberikan sukacita kepadaku,
lebih banyak daripada yang mereka berikan
di saat mereka kelimpahan gandum dan anggur.

BAIT PENGANTAR INJIL – Mat 5:16

S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
     agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
     dan memuji Bapamu di surga.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 5:13-16

Para murid disebut Yesus sebagai garam dunia dan cahaya dunia. Sebagaimana garam dapat mengawetkan dan melezatkan makanan, demikian pula para murid terhadap dunia. Rasa tanggung jawab terhadap kerajaan-Nya akan mendesak mereka memberi kesaksian dan menjadi cahaya dunia.

Kalian ini cahaya dunia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda, “Kalian ini garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan? Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang.

Kalian ini cahaya dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu di surga.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa sumber kebahagiaan,
semoga lapar kami akan kebahagiaan sejati
Kaupuaskan dalam diri Yesus Putra-Mu,
dan jangan sampai kami kehilangan Dia.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara Kami.

Antifon Komuni – Matius 5:14a.16

 Kalian ini cahaya dunia.
Hendaknya cahaya-Mu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatan-Mu yang baik
dan memuji Bapa di surga.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami sumber cahaya kehidupan,
jadilah cahaya hidup kami,
jadilah sukacita seluruh umat manusia,
agar kami semua meluhurkan nama-Mu yang kudus.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Renungan hari ini: Berkarya Seperti Garam (Renungan SELASA BIASA X, 7 JUNI 2016 Oleh Fr. Bonar Sinabariba)… Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply