Ekaristi inkulturasi: Perayaan Ekaristi inkulturasi di Stasi St Petrus Tua Pejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat - [HIDUP/A. Benny Sabdo]

Rasa Damai Tinggal Bersama Kristus (Renungan 20 April 2017)

(Bce: Kis 3:11-26; Luk 24:35-48)

Rasa Damai Tinggal Bersama Kristus

“Damai sejahtera seperti apa yang kurasakan bersama Kristus?”
Dalam menjalani hidup bersama Yesus dalam perjalanan panggilan kita masing-masing, kita mencoba untuk menciptakan rasa damai dalam Kristus lewat lingkungan sosial, komunitas, dan alam atau lingkungan. Terutama di dalam diri atau batin. Kita berusaha untuk merasakan damai itu dalam Tuhan.

Saudara-saudari terkasih, sama halnya dalam bacaan pertama hari ini, dimana dikisahkan bagaimana Petrus yang ditemani oleh Yohanes, menggunakan kesempatan untuk menyampaikan pengajaran pada saat melihat ada orang-orang berkumpul mengerumuni mereka di serambi Salomo. Dalam pengajarannya, ia mewartakan tentang Allah yang hidup-yang adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub yang telah membangkitkan Yesus yang mereka tolak, salibkan dan bunuh. Petruslah yang menjadi saksi (Martyria) utama akan kebangkitan Yesus. Ia bersaksi akan Yesus yang bangkit. Ia mewartakan bukan pertama-tama tentang dirinya dengan segala kehebatannya tetapi karena Yesus ada dalam dirinya, sehingga ia mampu menjadi pewarta yang ulung.

Sementara dalam bacaan Injil, kedua murid yang kembali dai Emaus sangat bergembira akan pengalaman mereka bertemu dengan Yesus. Hati mereka berkobar-kobar ketika kehadiran Yesus yang bangkit dapat mereka lihat dan alami. Bahkan dikisahkan juga bahwa Yesus tidak hanya menampakkan diri kepada mereka, bahkan lebih dari itu, Ia makan bersama dengan mereka.

Saudara-saudari terkasih, begitulah pengalaman yang dialami para murid bersama Yesus. Selain hati yang berkobar-kobar mata hati pun dibukakan dan disadarkan akan kehadiran mereka dalam Kristus yang bangkit bahwa mereka memberikan kesaksian dan pewartaan. Yang menjadi permenungan bagi kita ialah bagaimana kita mewujudkan kesaksian itu dalam tahun kesaksian (Martyria) seperti yang dicanangkan di Keuskupan kita yang tercinta ini. Hal yang sederhana yang dapat kita perbuat adalah mengalami Yesus yang bangkit lewat pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. (By: Fr. John Mezer Manullang)

KAMIS DALAM OKTAF PASKAH, 20 April 2017

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply